Setu, katamedia.co.id– Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang Selatan melakukan sidak mendadak ke kawasan terdampak TPA Cipeucang pada Kamis (11/12/2025), usai menerima gelombang keluhan dari warga sekitar yang menyebut kondisi lingkungan sudah “tidak layak dihuni”.
Sidak tersebut membuka fakta lapangan yang lebih serius daripada laporan sebelumnya: tumpukan sampah melebar ke permukiman, polusi udara makin luas, dan fasilitas penanganan tak lagi mampu menampung volume sampah harian.
Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tangsel, Adi Surya, menegaskan pihaknya turun karena krisis ini tak boleh lagi dibiarkan.
“Kami ingin melihat langsung, bukan hanya mendengar laporan. Kondisi TPA Cipeucang sudah dalam tahap darurat. Dampak lingkungannya luar biasa dan sudah tidak bisa ditunda,” ujar Adi.
Dampak Makin Berat: Dari Polusi Hingga Ancaman Amblas di Permukiman
Berdasarkan temuan di lapangan, Fraksi PDI-P menyimpulkan bahwa persoalan Cipeucang bukan sekadar kelebihan kapasitas, tetapi sudah masuk kategori darurat ekologis.
Dampaknya kini meluas:
Polusi udara mencapai radius lebih dari 1 km
Air sumur warga tercemar dan tak dapat digunakan
Saluran air tersumbat hingga memicu banjir rutin
Risiko longsor dan pergerakan tanah di permukiman terdekat
Kualitas hidup warga menurun drastis sejak 2018
Situasi tersebut memperlihatkan minimnya langkah korektif dari pemerintah daerah.
PDI-P Tekan Pembentukan Pansus: ‘Ini Tidak Bisa Ditangani Secara Biasa’
Fraksi PDI-P secara resmi mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) TPA Cipeucang untuk memastikan persoalan ini ditangani serius, melibatkan seluruh fraksi dan OPD terkait.
“Krisis sampah ini lintas sektor. Harus ada Pansus. Kami ingin semua fraksi ikut, karena ini menyangkut kesehatan warga dan masa depan lingkungan Tangsel,” kata Adi.
Ia menjelaskan pansus akan menjadi ruang kerja lintas fraksi untuk:
memanggil instansi teknis,
mengaudit tata kelola sampah,
menilai kesiapan infrastruktur,
dan merumuskan keputusan yang mengikat pemerintah daerah.
Pemindahan Titik Pembuangan Jadi Prioritas Mendesak
Fraksi PDI-P menegaskan bahwa solusi sementara harus tetap dilakukan pemerintah daerah. Namun satu langkah paling mendesak adalah memindahkan aktivitas pembuangan dari area pemukiman agar ancaman kesehatan dan keselamatan warga bisa ditekan.
“Ini bukan hanya soal tumpukan sampah, tapi soal keselamatan. Warga tidak boleh dibiarkan hidup berdampingan dengan krisis,” tegas Adi. (Hadi)




