5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Belum Ditemukan, Andra Soni Panjatkan Doa dari Carita

3 Menit Baca

PANDEGLANG, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni bersama para jurnalis, personel SAR gabungan, serta relawan menggelar doa bersama di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026) malam.

Doa tersebut dipanjatkan untuk lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hingga kini belum ditemukan setelah kapal yang mereka tumpangi hilang kontak saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Selain mengikuti doa bersama, Andra Soni juga memantau perkembangan operasi pencarian. Ia berdialog dengan tim SAR dan menerima laporan langsung dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, terkait proses pencarian yang telah memasuki hari kedua.

Andra menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia berharap seluruh penumpang dan kru kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni Raih Anugerah Spirit Pers Indonesia dari SMSI

“Kita sama-sama berdoa agar kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita, bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita percayakan kepada ahlinya untuk SAR rescue. Insya Allah, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan support penuh atas apa yang bisa kami bantu,” ujar Andra Soni.

Sementara itu, Al Amrad menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan membagi wilayah penyisiran menjadi tujuh sektor. Sebanyak sembilan alat utama sistem keselamatan (alut) dikerahkan untuk mendukung pencarian.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, dan Polairud Polda Banten.

Baca Juga :  Operasi SAR Diperluas, 300 Personel dan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis serta 3 Kru Kapal

Kapal serta Rigid Inflatable Boat (RIB) juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim memusatkan pencarian di sejumlah sektor, mulai dari tenggara, barat laut, barat daya hingga timur, termasuk memperluas penyisiran ke perairan Krakatau dan sekitar Pulau Sebesi.

Al Amrad menyebut area pencarian telah mencakup wilayah yang cukup luas. Radius penyisiran diperkirakan mencapai sekitar 15 hingga 20 mil laut dari kawasan Anak Krakatau.

“Posisi Anak Krakatau sudah kami kelilingi. Kalau ditarik dengan radius, jangkauannya kurang lebih mencapai 15 hingga 20 nautical mile (mil laut),” papar Al Amrad.

Namun hingga Rabu malam, upaya pencarian belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut.

Baca Juga :  Jelang Muskot Kadin Tangsel, Adu Strategi Kader Partai dan Harapan Pengusaha Lokal

Kondisi laut yang berubah-ubah serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi personel SAR selama melakukan operasi di lapangan.

Meski demikian, tim SAR memastikan proses pencarian tetap dilanjutkan. Pemetaan posisi kapal dan penempatan alat pencarian dilakukan untuk mengoptimalkan penyisiran di wilayah yang telah ditentukan.

Upaya pencarian juga dibantu menggunakan drone untuk melakukan pemantauan dari kawasan sekitar Pulau Sebesi. Namun, penggunaan pesawat nirawak tersebut belum membuahkan hasil.

“Tim juga sempat menggunakan drone (pesawat nirawak) untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi, tetapi hasilnya masih nihil,” pungkas Al Amrad.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini