Operasi SAR Diperluas, 300 Personel dan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis serta 3 Kru Kapal

4 Menit Baca

BANTEN, katamedia.co.id – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau terus diperluas. Memasuki hari ketiga operasi, tim SAR gabungan mengerahkan 11 unsur kapal dengan dukungan sekitar 300 personel untuk menyisir wilayah yang telah ditentukan.

Gubernur Banten Andra Soni turut memantau perkembangan operasi tersebut secara langsung dari Posko SAR Gabungan di Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Andra mengikuti rapat koordinasi operasi SAR yang dipimpin Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Rakor tersebut juga dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki serta unsur-unsur yang tergabung dalam operasi pencarian.

Andra mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten memberikan dukungan penuh terhadap proses pencarian yang secara teknis berada di bawah kendali Basarnas. Koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan untuk memastikan operasi berjalan sesuai kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Raih Peringkat ke 2 dari 54 Kelurahan, Lurah Benda Baru Ajak Jajaranya Terus Berbuat

“Secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas. Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian,” ujar Andra.

Menurut Andra, kondisi alam menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pergerakan tim. Cuaca, arah angin, serta paparan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terus dipantau agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal tanpa mengabaikan keselamatan personel.

“Semua kondisi di lapangan terus dikoordinasikan bersama Tim SAR Gabungan. Kita percayakan pelaksanaan teknis kepada Basarnas bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, unsur SAR dari Lampung hingga kelompok masyarakat yang ikut memberikan dukungan dalam pencarian.

“Kami menyampaikan terima kasih. Semua bekerja sesuai tugas dan kewenangannya serta terkoordinasi dalam satu operasi SAR,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur Banten Buka PKN II Angkatan XVI, Dorong Aparatur Responsif dan Berorientasi Kesejahteraan

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa pencarian pada hari ketiga difokuskan pada sektor laut dan udara. Wilayah penyisiran diperluas berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta memperhitungkan arah angin, arus laut, dan kondisi gelombang.

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pencarian antara lain perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung. Tim dari Lampung juga melakukan penyisiran hingga kawasan Pulau Sebesi dan Pulau Legundi.

Sebanyak 11 kapal dilibatkan dalam operasi tersebut, yakni KN SAR Tetuka 247, KN Basudewa, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP 7017 Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KRI Lepu, KRI Leuser, KRI Karambit, serta RBB Pulau Peucang.

Selain unsur kapal, pencarian diperkuat dengan penggunaan drone termal, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, serta sejumlah sarana pendukung lainnya.

Baca Juga :  Ramadan Penuh Makna, SMSI Tangsel Perkuat Solidaritas Lewat Aksi Berbagi Takjil

“Unsur utama dalam pencarian adalah laut dan udara. Namun, operasi yang kita laksanakan tentunya harus mengikuti prosedur (rules). Artinya, operasi tetap dilaksanakan dengan batasan-batasan keselamatan yang ketat,” kata Syafii.

Ia menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama, terlebih karena sebagian wilayah pencarian berada di kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kalau memang ada tanda-tanda korban berada di dalam lokasi tersebut, tentunya dengan kemampuan serta sarana dan prasarana yang dimiliki, tim SAR akan masuk dengan tetap memperhatikan jaminan keselamatan,” ujarnya.

Basarnas akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan operasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan strategi dan langkah pencarian berikutnya sesuai kondisi terbaru di lapangan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini