Pemprov Banten Siapkan SMK Percontohan Berbasis Industri di Serang dan Cikande

3 Menit Baca

Serang, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis industri melalui program link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Program tersebut digagas langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni sebagai langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

Program itu akan diawali dengan pembangunan dua SMK percontohan di kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang dan kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang. Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 tengah melakukan tahapan feasibility study (FS) di kedua lokasi tersebut dengan mempertimbangkan kondisi geografis, jumlah usia sekolah, keberadaan SMK di sekitar kawasan hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Serang Dilantik Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” kata Andra Soni saat menerima kunjungan pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama jajaran APINDO Banten di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis (14/5/2026).

Menurut Andra Soni, konsep pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri menjadi salah satu solusi penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Banten. Terlebih, Provinsi Banten memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga ibu kota sekaligus jalur penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Banten, mulai dari industri kecil hingga besar. Karena itu, lulusan SMK diharapkan dapat terserap langsung ke dunia kerja dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan industri.

Baca Juga :  54 Pemuda Hendak Tawuran di Serpong, Polisi Sita Sajam dan Petasan

Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto mengatakan, pendidikan karakter menjadi salah satu program unggulan yang diterapkan pihaknya. Selain pembelajaran akademik, siswa juga dibekali keterampilan dan pelatihan berbasis industri agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” ujarnya.

Darwoto menilai, jurusan SMK yang ada saat ini masih belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, kawasan industri di Cikande dan Kasemen lebih membutuhkan tenaga kerja di bidang manufaktur dan pekerjaan logam, sementara sebagian besar SMK masih didominasi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni Minta Jajaran Pemprov Banten Responsif terhadap Keluhan dan Kebutuhan Warga

Karena itu, ia menyarankan agar jurusan yang dikembangkan lebih fokus pada kebutuhan industri seperti manajemen logistik, teknik pengelasan, mekatronika, dan teknik pemesinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaludin menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan pendidikan di Banten, termasuk angka putus sekolah dan tingginya pengangguran lulusan SMK.

Menurutnya, penyesuaian jurusan SMK dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting agar lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja.

“Oleh karena itu, dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” katanya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini