Investasi Banten Tembus Rp66,3 Triliun, KADIN Dorong Iklim Usaha Makin Kondusif

5 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id, Senin  03/08/2026 – Provinsi Banten kembali mencatatkan kinerja positif di sektor penanaman modal. Sepanjang Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp66,3 triliun sehingga mengantarkan Banten masuk dalam lima besar provinsi dengan capaian investasi tertinggi di Indonesia. Hasil tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di daerah tersebut.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari berbagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih kompetitif. Beragam kebijakan terus didorong, mulai dari penyederhanaan proses perizinan, penguatan kepastian hukum, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan perlindungan bagi investor dan pelaku usaha.

Tren investasi Banten sendiri terus mengalami peningkatan. Setelah membukukan realisasi sebesar Rp130,2 triliun sepanjang 2025 dan menempati peringkat keempat nasional, pada triwulan pertama 2026 investasi kembali mencapai Rp34,4 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp66,3 triliun pada Semester I 2026 dan menempatkan Banten di jajaran lima besar tujuan investasi nasional.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil komitmen pemerintah daerah dalam menjaga iklim usaha yang aman, nyaman, dan memberikan kepastian bagi para investor.

Baca Juga :  Nyerupai Ketawa Manusia, Ratusan Ayam Adu Suara di Tangerang

Menurutnya, Pemprov Banten terus membuka ruang bagi investor yang ingin menanamkan modal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah kabupaten/kota, kawasan industri, dan kalangan dunia usaha juga terus diperkuat agar pertumbuhan investasi berjalan sehat dan berkelanjutan.

“Investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan pengusaha lokal dan UMKM,” ujar Andra Soni.

Selain fokus menarik investasi domestik, Pemprov Banten juga aktif membangun komunikasi dengan calon investor mancanegara. Salah satunya melalui pertemuan bersama Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja yang dipimpin Edwin Setiawan Tjie. Dalam pertemuan itu, sejumlah investor Vietnam menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Banten.

Andra Soni menjelaskan, daya tarik Banten didukung oleh letaknya yang strategis di kawasan penyangga Jakarta, tersedianya jaringan jalan tol, pelabuhan, bandara internasional, akses kereta api, kawasan industri yang berkembang, serta besarnya potensi pasar dan tenaga kerja.

Investor asal Vietnam disebut melirik sejumlah sektor potensial, di antaranya industri manufaktur, properti, dan peternakan sapi perah. Khusus sektor peternakan, peluang pengembangannya dinilai cukup besar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan susu nasional sekaligus menunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  Korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemprov Banten Dicegah, Koordinasi dengan KPK Diperkuat

Ketua Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, mengatakan Banten menjadi salah satu daerah yang paling menarik bagi investor Vietnam. Menurutnya, posisi geografis yang strategis, infrastruktur yang memadai, kawasan industri yang lengkap, serta besarnya pasar domestik menjadi faktor utama meningkatnya minat investasi.

Dalam waktu dekat, Pemprov Banten juga akan menyelenggarakan Banten Investment Forum sebagai wadah mempertemukan investor nasional dan internasional dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha lokal. Forum tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru sekaligus mempromosikan berbagai potensi investasi yang dimiliki Banten.

Di sisi lain, kalangan dunia usaha yang tergabung dalam kawasan industri menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah, di antaranya perlunya penguatan kepastian hukum, percepatan layanan perizinan, perlindungan terhadap investasi, serta penindakan terhadap praktik premanisme yang dapat mengganggu aktivitas usaha.

Merespons hal tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten terus menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kenyamanan investor sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional, Wagub Banten Dorong Santri Kuasai Iptek dan Jaga Nilai Keislaman

Dukungan terhadap iklim investasi Banten juga datang dari Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja serta DPRD Provinsi Banten. Berbagai pihak menilai capaian investasi sebesar Rp66,3 triliun pada Semester I 2026 menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

Optimisme tersebut semakin menguat setelah sejumlah konsorsium perusahaan menyatakan komitmennya menanamkan investasi baru senilai Rp81 triliun di Banten. Investasi itu diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat posisi Banten sebagai salah satu pusat investasi nasional.

Pemprov Banten juga memastikan pelaku UMKM, pengusaha lokal, dan tenaga kerja asal Banten memperoleh kesempatan terlibat dalam rantai pasok investasi. Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga mendorong alih teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Banten.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini