Berhasil Gerakkan G1R1J, Camat Ciputat H. Mamat Dinobatkan sebagai Pembina Jumantik Terbaik

3 Menit Baca

TANGERANG SELATAN – Camat Ciputat H. Mamat, SE., MM. meraih Tanda Penghargaan Bidang Kesehatan sebagai Pembina Jumantik Demam Berdarah Dengue (DBD) Terbaik se-Kota Tangerang Selatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya membina wilayah dalam menggerakkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) sebagai upaya pengendalian DBD dan mewujudkan lingkungan bebas jentik.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pada rangkaian peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) Tahun 2026 di Aula Blandongan, Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis (25/6/2026).

Capaian tersebut melengkapi keberhasilan Kecamatan Ciputat dalam mendukung program pengendalian DBD. Pada kesempatan yang sama, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, juga menerima penghargaan karena dinilai konsisten menjalankan pemberantasan sarang nyamuk dan menciptakan lingkungan bebas jentik melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Baca Juga :  Banjir Landa Permukiman Warga di Sawah Lama Ciputat, Anggota Dewan Beri Solusi

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo mengatakan, peringatan ASEAN Dengue Day Tahun 2026 mengusung tema “Basmi Dengi dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengi melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).”

Ia mengungkapkan, upaya pengendalian DBD di Kota Tangerang Selatan menunjukkan tren yang semakin baik. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah kasus DBD turun dari 754 kasus pada 2024 menjadi 648 kasus pada 2025. Sementara hingga Juni 2026, jumlah kasus tercatat sebanyak 209 kasus.

Menurut Bambang, penurunan tersebut tidak lepas dari pelaksanaan berbagai program pencegahan secara berkelanjutan, mulai dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, hingga penilaian dan evaluasi di tingkat kewilayahan. Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus memperkuat Program Sertifikasi RW Bebas Jentik yang memiliki roadmap pelaksanaan 2024–2030 sebagai strategi jangka panjang dalam menekan penyebaran DBD.

Baca Juga :  Sambut PON 2032, Pemprov Banten Perkuat Infrastruktur Menuju Banten International Stadium

Usai menerima penghargaan, H. Mamat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur masyarakat yang selama ini aktif mendukung pelaksanaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik di seluruh wilayah Kecamatan Ciputat. Keberhasilan menekan kasus DBD bukan hanya kerja pemerintah, tetapi juga berkat peran aktif kader jumantik, lurah, RT/RW, puskesmas, serta seluruh masyarakat yang konsisten menjaga kebersihan lingkungan. Kami akan terus mendorong budaya 3M Plus agar tercipta lingkungan yang sehat, bebas jentik, dan mampu mewujudkan target nol kematian akibat demam berdarah di Kota Tangerang Selatan,” ujar H. Mamat.

Baca Juga :  Bupati Serang Serahkan LKPD Unaudited Bankeu Parpol ke BPK RI Banten

Pemkot Tangerang Selatan berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu bagi seluruh kecamatan dan kelurahan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengendalian DBD melalui partisipasi masyarakat. Dengan upaya yang berkesinambungan, target lingkungan bebas jentik serta penurunan kasus demam berdarah di Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat terus dipertahankan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini