Tangerang Selatan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ciputat beberapa hari yang lalu kembali menyebabkan banjir di Jalan Gelatik 1, RT 01/RW 03, Kelurahan Sawah Lama.
Banjir yang merendam permukiman warga ini memunculkan keluhan masyarakat, yang menilai adanya kontribusi dari pembangunan di kawasan sekitar, termasuk dugaan penyebab dari salah satu perumahan swasta.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Linda Eviyanti, S.H., M.Kn, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyelesaikan permasalahan banjir.
Ia menyebut bahwa persoalan tersebut sudah berlangsung lama dan telah dikawal sejak sebelum dirinya menjadi anggota dewan.
“Saya mengikuti dari awal, mulai dari koordinasi dengan warga sampai komunikasi dengan pemerintah daerah. Bahkan sebelum saya duduk di DPRD, kami sudah menyampaikan usulan kepada Pemkot terkait pengelolaan aliran air dan keberadaan tandon,” jelas Linda saat ditemui sejumlah awak media, Senin (21/4-2025).
Linda menjelaskan bahwa keberadaan tandon di area yang terdampak banjir bukan merupakan inisiatif pihak pengembang, melainkan berdiri di atas tanah milik Pemkot Tangsel.
Ia juga menepis anggapan bahwa aliran air berasal dari Anwa Residence Bintaro Apartment, dan menegaskan bahwa aliran tersebut merupakan jalur lama dari kawasan Citra Bintaro yang mengalir melalui drainase menuju saluran di sekitar lokasi.
“Kalau dilihat dari kontur tanahnya, justru air itu memang turun dari kawasan lebih tinggi dan mengalir ke saluran yang ada. Bahkan ada penyempitan drainase yang justru bukan dibuat oleh Anwa Residence Bintaro, tetapi dari perumahan sebelah,” tambahnya.
Menurut Linda, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk permintaan kepada pemerintah untuk membebaskan lahan warga agar bisa dibangun tandon baru di lokasi yang lebih tepat.
Namun, upaya tersebut belum berhasil karena adanya penolakan dari masyarakat.
“Solusinya sebenarnya sudah ada, yakni pembebasan lahan. Tapi karena ada penolakan dari warga, tentu kami tak bisa memaksakan. Yang penting sekarang adalah duduk bersama, mencari solusi bukan saling menyalahkan,” ujar Linda.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya terbuka untuk memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak terkait, termasuk pengembang dan warga, agar bisa menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Lurah juga, ayo kita duduk bersama, jangan saling menyalahkan. Drainase di dalam Anwa Residence Bintaro juga sudah sesuai dengan kajian teknis,” ujarnya.
Linda berharap semua pihak, termasuk pengembang di kawasan sekitar, dapat membuka ruang dialog agar solusi bisa ditemukan.
“Mari cari solusi bersama, karena warga kita yang terdampak. Ini bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana kita menyelesaikan masalah,” tutupnya. (***)



