Primaya Hospital Genap 20 Tahun, Bagikan 2.000 Mini MCU Gratis untuk Pendamping Pasien

5 Menit Baca

JAKARTA, 4 September 2026, katamedia.co.id – Primaya Hospital Group memasuki usia 20 tahun dengan menghadirkan bentuk apresiasi bagi pasien dan keluarga yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan. Bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026, Primaya Hospital menyediakan 2.000 pemeriksaan mini medical check-up (MCU) gratis khusus bagi pendamping pasien.

Program tersebut dilaksanakan di 20 jaringan Primaya Hospital yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mengangkat tema “20 Years of Excellence – Care That Matters to You”, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian kepada keluarga maupun orang terdekat yang selama menjalani perawatan turut memberikan dukungan kepada pasien.

Chief Medical Officer Primaya Hospital Group, dr. Esther Ramono, mengatakan keberadaan pendamping memiliki peran penting dalam proses perawatan pasien. Namun, dalam menjalankan peran tersebut, pendamping kerap lebih memprioritaskan kondisi pasien dibandingkan kesehatan dirinya sendiri.

“Tidak jarang pendamping lebih sibuk memastikan orang yang mereka sayangi baik-baik saja hingga lupa memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Melalui 2.000 mini MCU gratis ini, kami ingin mengajak mereka untuk sesekali memberikan perhatian kepada kesehatannya sendiri. Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para pendamping yang selalu hadir di sisi pasien,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Banten Apresiasi Kinerja Bank Banten, Minta Digitalisasi Ditingkatkan

Selain pemberian Mini MCU, rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional juga diisi dengan kunjungan dr. Esther Ramono ke unit hemodialisis Primaya Hospital Bekasi Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menyapa secara langsung pasien yang sedang menjalani terapi cuci darah.

Salah satu pasien yang ditemui yakni Christiawan Heri. Ia telah menjalani hemodialisis selama kurang lebih dua tahun di Primaya Hospital Bekasi Timur dengan perawatan dr. I Putu Arsana, Sp.PD, K-GH.

Heri mengatakan pelayanan yang diterimanya membuat dirinya merasa nyaman selama menjalani terapi. Meskipun harus menjalani hemodialisis dua kali dalam sepekan dan tidak selalu ditemani keluarga, ia mengaku tetap memperoleh perhatian dari dokter dan perawat.

“Walaupun saya melakukan cuci darah dua kali seminggu dan biasanya tidak didampingi keluarga, di sini saya merasa dianggap sebagai keluarga oleh dokter dan perawat yang sigap dan perhatian. Ada satu kata yang membekas bagi saya. Setiap kali saya mengucapkan terima kasih, seluruh petugas di rumah sakit ini selalu menjawab, ‘Dengan senang hati’. Mungkin bagi mereka itu bagian dari ketentuan perusahaan, tetapi bagi saya, ucapan itu membuat saya merasa disambut dengan hangat dan diperlakukan tanpa diskriminasi,” tutur Heri.

Baca Juga :  Pemuda Serpong Kawal Komitmen Benyamin-Pilar Soal Pembangunan 7 SMP Baru hingga Implementasi RPJMD

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menjelaskan bahwa pasien hemodialisis membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Hal tersebut lantaran terapi harus dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari perjalanan perawatan pasien dalam jangka panjang.

“Pasien hemodialisis memiliki perjalanan perawatan yang panjang dan membutuhkan dukungan yang konsisten. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga berupaya memastikan kebutuhan dan perkembangan pasien dapat terus terpantau. Salah satunya melalui program Sahabat Hemodialisis, sebuah inisiatif pendampingan berkelanjutan yang dilengkapi dengan logbook untuk memonitor kondisi pasien, baik selama berada di rumah sakit maupun saat di rumah,” ungkap dr. Meizar.

Baca Juga :  Gubernur Banten Hadiri Haul Abuya Bustomi,Tekankan Pendidikan dan Akhlak

Program Sahabat Hemodialisis tersebut dirancang untuk membantu memantau kondisi pasien secara berkelanjutan, termasuk ketika pasien berada di rumah. Menurut dr. Meizar, pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa nyaman sekaligus membuat pasien merasa mendapatkan perhatian selama menjalani terapi.

“Menjalani hemodialisis secara rutin tentu bukan perjalanan yang mudah. Melalui Sahabat Hemodialisis, kami ingin membangun hubungan yang membuat pasien merasa didengar dan diperhatikan sepanjang prosesnya. Bagi kami, kualitas pengalaman pasien merupakan bagian penting dari layanan yang kami berikan,” tambahnya.

Kegiatan Mini MCU juga berlangsung di Primaya Hospital Tangerang dengan menyasar para pendamping pasien. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pelanggan Nasional sekaligus momentum HUT ke-20 Primaya Hospital Group.

Melalui peringatan dua dekade perjalanan pelayanan tersebut, Primaya Hospital berupaya memberikan apresiasi yang lebih dekat kepada pasien, pendamping, serta keluarga yang turut berperan dalam proses perawatan dan menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini