Skandal PPDB SMAN 2 Tangsel: Keterlibatan Guru dan Panitia dalam Penyalahgunaan Sistem Penerimaan Siswa

2 Menit Baca

Serpong, katamedia.co.id – Skandal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kembali mengguncang SMAN 2 Tangerang Selatan dengan terungkapnya keterlibatan guru dan panitia dalam penyalahgunaan sistem penerimaan siswa.

Percakapan kontroversial antara sejumlah individu yang diduga terlibat dalam skema ilegal ini telah mencuat, mengekspos keraguan terhadap integritas proses PPDB sekolah tersebut.

Percakapan yang terekam menggambarkan praktek-praktek yang meragukan, di antaranya pembayaran uang secara tunai kepada perantara untuk memastikan siswa diterima melalui jalur belakang.

Skema ini menciptakan kecurigaan bahwa ada perantara yang memiliki kepentingan dalam memfasilitasi penerimaan siswa.

Baca Juga :  Pilar Cek Kesiapan Infrastruktur Digital di Diskominfo Tangsel

Nama-nama panitia yang terlibat dalam skandal ini juga terungkap, termasuk Tasrip, M. Iqbal dan Cahyana.

Selain itu, ditemukan indikasi bahwa beberapa guru di SMAN 2 Tangsel juga terlibat dalam skema ini dengan mengalirkan uang kepada perantara.

Para guru disebut memiliki jatah dalam praktek ini dan mengoperasikan uang kepada perantara untuk memuluskan penerimaan siswa.

Kasus-kasus siswa yang tidak lolos masuk juga menjadi perbincangan, menunjukkan adanya dugaan bahwa kursi sekolah dijual-jualin dalam proses PPDB yang seharusnya adil.

Kepala Sekolah SMAN 2 Tangsel, yang juga dikenal sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam skandal ini, belum memberikan tanggapan resmi terkait pengungkapan ini.

Baca Juga :  Dugaan Skandal Rekayasa Seleksi Direksi PT PITS? Kandidat Klaim Tim Hukum Kapolri, FRAKSI Bongkar Bocoran Nama

Kepada pihak perantara, Tasrip dan Cahyana selaku panitia juga belum memberikan tanggapan resmi, saat dihubungi melalui pesan singkatnya.

Namun, masyarakat dan pihak berwenang diharapkan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkapkan seluruh kebenaran dan menindak tegas pelanggar hukum yang terlibat dalam skandal ini.

Skandal PPDB ini memberikan sorotan terhadap isu integritas dan transparansi dalam proses penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah negeri.

Masyarakat dan orang tua siswa menuntut agar keadilan dipulihkan, dan sistem penerimaan siswa direformasi untuk menghindari praktek-praktek yang merugikan calon siswa dan keluarganya. (Tim)

Baca Juga :  Tebing Sungai Angke Villa Pamulang Diperkuat, Pemkot Tangsel Bangun Bronjong 164 Meter
Bagikan Artikel Ini