Siap Indonesia Emas 2045, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Buka Rapat Koordinasi Bunda Paud se-Provinsi Banten

5 Menit Baca

Kota Serang, katamedia.co.id – Siap Indonesia Emas 2045, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Buka Rapat Koordinasi Bunda Paud se-Provinsi Banten

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD se-Provinsi Banten di Ruang Rapat 1 Gedung Negara Provinsi Banten Jl. Brigjen KH Syam’un No. 5 Kota Serang. Kamis, (6/7/2023).

Rapat membahas tentang transisi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menyenangkan dengan penyelarasan pembelajaran dari PAUD ke SD/MI.

“Rapat koordinasi Bunda PAUD ini sangat penting karena kami sedang mempersiapkan generasi muda dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak serta meningkatkan kompetensi yang kami terus transformasikan,” ungkap Al Muktabar.

Al Muktabar menjelaskan bahwa transisi PAUD ke SD/MI yang dilakukan oleh Bunda PAUD merupakan langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Hal ini diharapkan dapat memanfaatkan bonus demografi dan mempersiapkan generasi penerus untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

“Kami menyusun langkah-langkah pengembangan sumber daya pada tahap anak usia dini dengan sungguh-sungguh sesuai dengan visi misi Bapak Presiden untuk menciptakan SDM yang unggul pada tahun 2045,” jelasnya.

Baca Juga :  Tuscany Boutique Hotel, Hotel Bintang 4 di BSD Mengusung Paket Berbuka Dapoer Kampung Ramadan

“Melalui skema bonus demografi yang dapat dielaborasi, kami dapat memperkuat program-program yang akan diimplementasikan untuk mencapai target pada tahun 2045,” lanjutnya.

Al Muktabar menambahkan bahwa dengan memaksimalkan peran Bunda PAUD, diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik dengan pemahaman tentang diri sendiri dan lingkungannya.

Hal ini memungkinkan anak usia dini untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan usianya.

“Kami berharap dapat memberikan nilai-nilai positif kepada anak-anak sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan zaman dengan bekal nilai-nilai yang baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bunda PAUD Provinsi Banten, Tine Al Muktabar, menjelaskan bahwa transisi PAUD ke SD/MI yang menyenangkan adalah upaya bersama untuk memenuhi hak setiap anak dalam mendapatkan fondasi pembelajaran yang tepat, tidak peduli dari mana titik awalnya.

“Hal ini dilakukan karena terdapat banyak miskonsepsi dalam praktik pembelajaran bagi anak usia dini yang salah satunya adalah mencabut hak mereka untuk mendapatkan pembelajaran yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Banten Al Muktabar: RKPD 2025 Harus Mampu Menjawab Isu Untuk Mewujudkan Indonesia Emas

Kebijakan yang mendasari transisi PAUD ke SD/MI yang menyenangkan adalah menghilangkan miskonsepsi yang sering terjadi. Beberapa miskonsepsi tersebut antara lain menghilangkan tes baca tulis hitung (calistung) dan mengenalkan pembelajaran yang membangun.

“Dengan kondisi ini, kita koordinasikan agar masyarakat, terutama Bunda PAUD, memahami pentingnya pembentukan kemampuan dasar melalui pembelajaran di PAUD,” ungkapnya.

Dalam menghilangkan tes calistung dalam proses penerimaan peserta didik baru, Tine menjelaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan anak-anak tidak lagi menikmati proses belajar atau kurang memiliki kemampuan dasar saat langsung masuk SD/MI.

“Hal ini disebabkan oleh banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya langsung masuk kelas 1 SD tanpa melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga situasinya membuat anak-anak hanya terfokus pada kemampuan calistung, padahal mereka juga memiliki hak untuk mempelajari hal lain,” ungkapnya.

Tine menjelaskan bahwa transisi PAUD ke SD/MI berfokus pada penguatan berbagai kemampuan dasar pada anak, termasuk pengenalan nilai-nilai keagamaan, keterampilan sosial, bahasa, pengembangan keterampilan motorik, dan kematangan kognitif.

Baca Juga :  Ketum PWI Pusat: Wartawan Mengerti dan Turut Mengkampanyekan Budaya Asli Indonesia, Agar Tetap Terjaga

“Kemampuan dasar tersebut sangat penting bagi anak saat menjalani proses pembelajaran,” jelasnya.

Selain itu, Tine juga menyampaikan bahwa penerapan transisi ini perlu didukung oleh komunikasi terbuka antara sekolah dan keluarga, yang dapat membantu anak-anak merasa aman dan nyaman.

“Kami sebagai Bunda PAUD dan orang tua siswa harus memahami bahwa transisi dari PAUD ke SD/MI mungkin merupakan perubahan besar bagi anak-anak. Namun, dengan persiapan yang tepat, pendidikan yang menyenangkan, dukungan keluarga, dan komunikasi terbuka antara sekolah dan keluarga, transisi ini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bunda PAUD Se-Provinsi Banten dan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memastikan pembangunan pondasi anak yang dimulai dari PAUD dapat berlanjut hingga di tingkat awal SD.

“Kami juga telah melakukan penandatanganan komitmen oleh Perwakilan Bunda PAUD Se-Provinsi Banten bersama Pj Gubernur setelah pembukaan,” jelasnya.

“Kami berharap semua pihak dapat berkomitmen dalam mengimplementasikan kebijakan transisi PAUD ke SD/MI ini,” lanjutnya. (***)

Bagikan Artikel Ini