Serpong, katamedia.co.id – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar sosialisasi pencegahan pungutan liar kepada para kepala sekolah SD di wilayah Tangsel.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait praktik pungli yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan.
Dalam paparannya, Ketua Tim Saber Pungli Polres Tangsel, AKP Nur Kholik, menegaskan bahwa pemberantasan pungli merupakan agenda nasional yang melibatkan berbagai institusi dari tingkat pusat hingga daerah.
“Secara nasional, ketua subgasnya adalah Pak Ekooka. Program ini juga diterapkan di tingkat kota dan kabupaten, termasuk Tangerang Selatan,” ujarnya.
Nur Kholik mengingatkan bahwa anggaran pendidikan sering kali menjadi titik rawan penyimpangan. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana sekolah agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi orang tua siswa.
“Kami memahami bahwa ada anggaran yang didukung dan ada yang tidak, namun tidak seharusnya menjadi beban bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain membahas pungli, sosialisasi ini juga menyinggung fenomena tawuran di kalangan pelajar yang semakin meningkat.
Tim Saber Pungli menyoroti bahwa masalah ini perlu ditangani melalui pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh.
“Sistem pendidikan kita mungkin perlu evaluasi. Tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memperkuat aspek spiritual dan moral,” ujar Nur Kholik.
Sebagai upaya pencegahan, Polres Tangsel telah melaksanakan program Cegah Tawuran Antar Pelajar (Cetar), yang melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas pendidikan dan tokoh masyarakat.
Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para kepala sekolah dapat lebih memahami regulasi terkait pungutan liar serta berperan aktif dalam mencegah praktik tersebut di lingkungan sekolahnya.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat bisa bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, transparan, dan kondusif,” pungkas Nur Kholik. (***)



