Sumedang, katamedia.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai bagian dari gebrakan 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Bahlil dalam sambutannya pada peresmian 37 Proyek Strategis Ketenagalistrikan Nasional yang digelar di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Senin (20/1).
Acara yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo ini menjadi tonggak penting dalam upaya memenuhi kebutuhan energi nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Bahlil menyebutkan bahwa pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan secara masif adalah salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.
Komitmen pada Energi Berkelanjutan
Bahlil menjelaskan bahwa proyek ini meliputi pembangunan pembangkit listrik, transmisi, dan gardu induk di 18 provinsi.
Ia menekankan pentingnya pemerataan akses listrik di seluruh pelosok negeri, termasuk wilayah terpencil dan terluar.
“Kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan yang andal tidak hanya akan mendorong produktivitas industri, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Bahlil.
Dalam sambutannya, ia juga menyoroti peran energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian integral dari proyek ini.
Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan potensi energi hidro, seperti PLTA Jatigede, yang menjadi bukti konkret dukungan pemerintah terhadap transisi energi berkelanjutan.
Peran Proyek Strategis dalam Mendorong Investasi
Presiden Prabowo dalam pidatonya menyatakan, proyek ketenagalistrikan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menarik investasi asing.
“Dengan infrastruktur yang kuat, kita dapat memastikan iklim investasi yang kondusif, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Presiden.
Sementara itu, Bahlil menambahkan, langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Energi adalah tulang punggung perekonomian. Tanpa energi yang cukup, mustahil mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” tegasnya.
Proyek dengan Dampak Luas
Ke-37 proyek strategis ini diharapkan mampu menambah kapasitas listrik hingga ribuan megawatt, yang akan mendukung kebutuhan energi rumah tangga, industri, dan sektor layanan publik.
Proyek ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. (***)



