Tangerang, katamedia.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendukung langkah Gubernur Andra Soni yang menjalankan program sekolah gratis hingga Madrasah Aliyah di Provinsi Banten. Program tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Banten.
Dukungan itu disampaikan Abdul Mu’ti usai membuka Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 O2SN, FLS3N dan LKS yang dirangkaikan dengan deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman serta peluncuran Adiwiyata SMA, SMK dan SKh se-Provinsi Banten di Stadion Benteng Reborn, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, program sekolah gratis bagi SMA, SMK dan sekolah swasta yang dijalankan Pemprov Banten dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan. Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
“Meskipun faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab anak putus sekolah, program ini menjadi langkah penting untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini terus mengembangkan sistem pembelajaran tidak hanya di sekolah formal, tetapi juga melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Sementara itu, Andra Soni mengatakan jumlah sekolah negeri di Banten masih terbatas dan belum mampu menampung seluruh lulusan SMP setiap tahunnya. Karena itu, Pemprov Banten sejak 2025 menjalankan program pendidikan gratis bagi sekolah swasta dengan pembiayaan dari APBD.
“Di tahun pertama kita menyasar kelas X dengan jumlah 6.705 penerima manfaat dari 801 sekolah swasta yang bekerja sama dengan kami. Tahun ini program akan dikembangkan hingga Madrasah Aliyah,” kata Andra Soni.
Menurutnya, program sekolah gratis tersebut menjadi bagian dari program strategis daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten serta memperluas pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat.
*Hadi*




