Masyarakat Panongan Didorong Wagub Banten Perkuat Keimanan Lewat Pengajian

2 Menit Baca

Kabupaten Tangerang, katamedia.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong masyarakat Panongan, Kabupaten Tangerang, untuk memperkuat keimanan melalui kegiatan pengajian. Menurutnya, pengajian tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu agama, tetapi juga ruang membangun karakter, membentuk akhlak mulia, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Pengajian Umum Gabungan Desa Panongan yang diikuti sekitar 1.500 jamaah, mayoritas kaum ibu, pada Minggu (26/7/2026).

“Pengajian adalah tempat memperbaiki diri, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dimyati juga mengingatkan masyarakat agar menghindari lima kebiasaan yang dapat merusak keharmonisan hidup, yakni mengeluh, mengungkit kesalahan, membandingkan diri dengan orang lain, meminta sesuatu melebihi kemampuan, serta marah-marah.

Baca Juga :  H-5 Lebaran, Gubernur Andra Soni Tinjau Kelancaran Arus Mudik di Penyeberangan Merak–Bakauheni

Ia mengawali pesannya dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur. Menurutnya, orang yang selalu bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat dari Allah SWT, sedangkan kebiasaan mengeluh hanya membuat seseorang sulit merasakan kebahagiaan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki masa depan,” katanya.

Dimyati juga mengajak masyarakat menjalani kehidupan sesuai kemampuan dan tidak memaksakan sesuatu di luar batas kemampuan diri maupun keluarga. Menurutnya, kehidupan yang dijalani dengan penuh rasa syukur akan menghadirkan ketenangan.

“Kalau ada yang sedang marah, jangan ikut terpancing. Beri ruang agar emosinya reda, sehingga persoalan tidak semakin besar,” pesannya.

Baca Juga :  Wagub Banten Tekankan Sinergi Ulama dan Pemerintah Lewat Pergunu–JKSN

Selain itu, Dimyati menjelaskan empat karakter manusia. Pertama, orang bodoh, yaitu mereka yang hanya memperbesar persoalan. Kedua, orang biasa, yakni mereka yang hanya menceritakan masalah. Ketiga, orang bijak, yaitu mereka yang mampu menghadirkan solusi. Sementara tingkatan tertinggi adalah orang yang beriman dan bertakwa, yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

“Saya berharap ibu-ibu semua menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Itulah derajat yang paling mulia di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dimyati mengapresiasi antusiasme masyarakat Panongan yang secara rutin mengikuti pengajian. Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan sebagai wadah memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas keimanan, sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Wagub Dimyati Apresiasi Peluncuran Buku Informed Consent Karya Praktisi Hukum UPH

“Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Semoga pengajian ini membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, dan melahirkan masyarakat Banten yang religius, rukun, dan harmonis,” tutupnya.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini