Peringati Hari Koperasi ke-79, Wagub Dimyati Tegaskan Koperasi Penggerak Ekonomi Gotong Royong

4 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan koperasi harus menjadi penggerak ekonomi berbasis gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tingkat Provinsi Banten di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (15/7/2026).

Dimyati mengatakan koperasi memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian masyarakat karena berlandaskan semangat kebersamaan. Selain menjadi wadah kegiatan ekonomi, koperasi juga menjadi sarana pendidikan yang membekali masyarakat dengan pengetahuan mengelola usaha, mulai dari simpan pinjam, perdagangan, pembukuan hingga berorganisasi.

“Koperasi adalah semangat gotong royong. Koperasi juga menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk belajar usaha, memahami simpan pinjam, berdagang, pembukuan, hingga berorganisasi. Jadi, koperasi ini gunanya besar,” ungkap Dimyati.

Baca Juga :  Gubernur dan Wagub Banten Perluas Akses Pendidikan, Tujuh Sekolah Baru Diresmikan

Menurutnya, koperasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang secara bersama-sama. Berbeda dengan perseroan terbatas (PT) yang kepemilikannya bersifat perseorangan, koperasi dimiliki oleh seluruh anggotanya sehingga manfaat dan keuntungan dapat dirasakan secara bersama.

“Kalau PT itu personal, yang memilikinya satu orang. Kalau koperasi milik bersama. Itu yang menjadi manfaat dan keuntungannya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dimyati juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten membentuk koperasi sebagai wadah yang dapat memperkuat kesejahteraan anggotanya.

“Saya mengimbau agar setiap instansi memiliki koperasi. Karena koperasi dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Prinsip-prinsipnya sudah jelas, dasarnya sudah jelas, asasnya sudah jelas,” ujarnya.

Dimyati turut mengapresiasi kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggerakkan perekonomian dari tingkat desa dan kelurahan, sehingga hasil pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pj Gubernur Banten Al Muktabar : RKPD Provinsi Banten Tahun 2025 Fokuskan Pembangunan SDM dan Infrastruktur

“Itulah hebatnya Bapak Presiden. Dulu masyarakat didorong berkoperasi, tetapi belum memiliki wadah yang kuat. Sekarang sudah ada wadahnya, sehingga perputaran ekonomi, baik dari hasil pertanian, perkebunan maupun sektor lainnya dapat berjalan di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Provinsi Banten Hasbi Sidik mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi momentum untuk kembali memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menurutnya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan terobosan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Pastikan Jatim Gelar Porwanas XIII 2022

Hasbi menilai koperasi kini telah sejajar dengan badan usaha lainnya dan dapat menjadi pilihan bagi karyawan, sekolah, hingga masyarakat umum untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha bersama. Ke depan, koperasi diharapkan tidak hanya melayani perdagangan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

“KDMP merupakan gagasan yang sangat baik agar ekonomi bergerak di pedesaan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ke depan, koperasi tidak hanya melayani perdagangan sembako, tetapi juga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” katanya.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Provinsi Banten menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berlandaskan semangat gotong royong, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini