Program Bang Andra Hadir di Saketi, Jalan Majau–Mekarwangi Kini Layak Dilalui

4 Menit Baca

Pandeglang Banten – Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah kembali menyentuh wilayah Kabupaten Pandeglang. Kali ini, melalui program tersebut, ruas Jalan Majau–Mekarwangi di Kecamatan Saketi rampung dibangun dan kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat setelah puluhan tahun berada dalam kondisi rusak.

Pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar empat meter itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun 2025 sebesar Rp3,84 miliar. Kehadiran jalan yang layak ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur desa di Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, pembangunan jalan desa tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

Baca Juga :  Amaq Sinta Apresiasi Polri Berikan Keadilan Lewat SP3 Kasus Begal

“Jalan desa memang bukan kewenangan gubernur, tetapi kami kerjakan karena ingin bertanggung jawab bahwa negara hadir. Sudah terlalu lama masyarakat desa menghadapi kondisi jalan yang tidak layak,” ujar Andra Soni saat meninjau rampungnya pembangunan ruas Jalan Majau–Mekarwangi, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga membuka konektivitas antarwilayah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ke depan akan tersambung ke desa-desa lain seperti Mekarwangi hingga wilayah Saketi–Bojong. Ini menjadi jalur alternatif yang akan memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, jalan yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan warga, mulai dari memudahkan anak-anak berangkat ke sekolah, memperlancar aktivitas sosial dan keagamaan, hingga menekan biaya distribusi hasil pertanian.

Baca Juga :  Gubernur Banten Hadiri Haul Abuya Bustomi,Tekankan Pendidikan dan Akhlak

“Kalau jalan sudah bagus, aktivitas menjadi lancar. Anak-anak sekolah lebih mudah, dan hasil bumi bisa diangkut dengan biaya lebih murah,” ujarnya.

Andra Soni juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk pembangunan, salah satunya jalan, pendidikan, dan kesehatan. Manfaatnya sudah dirasakan bersama,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Majau, Kholilullah, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan warga. Ia mengungkapkan, sebelumnya kondisi jalan sangat memprihatinkan dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.

“Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga membawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Jabar Hibahkan Shelter dan Fasilitas Sanitasi di Jalur Gede Pangrango

Ia menambahkan, sejak jalan tersebut selesai dibangun, akses masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat kegiatan lainnya menjadi jauh lebih lancar.

Senada dengan itu, Kepala Desa Majau mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten yang telah merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

“Ini jalan yang sudah puluhan tahun dinantikan. Sekarang sudah sangat layak dan membantu aktivitas warga,” katanya.

Meski demikian, pihak desa masih mengusulkan lanjutan pembangunan pada sejumlah ruas lain, seperti Majau–Geredug Bojong sepanjang 700 meter serta akses menuju Bojong Mangga yang menjadi jalur vital kawasan pertanian.

“Mayoritas warga kami petani dengan hasil panen besar. Jika akses jalan ke Bojong Mangga bisa diperbaiki oleh Pemprov Banten, kami yakin ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” pungkasnya.

*Red*

Bagikan Artikel Ini