Masjid Raya Al Bantani Jadi Pusat Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2026

3 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar tablig akbar di Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten tahun 2026.

Acara ini dihadiri jajaran pegawai Pemprov Banten, para santri, serta masyarakat umum. Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan meneladani karakter santri dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal Faisal, menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini telah diisi dengan sejumlah kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan Jalan Sarungan Santai di Labuan, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan silaturahmi Gubernur Banten Andra Soni ke sejumlah pondok pesantren di Kota Serang pada Kamis pagi.

Baca Juga :  Pemprov Banten dan BI Perkuat Kolaborasi, Ekonomi Tumbuh Harus Dirasakan Masyarakat

Rubal menyampaikan bahwa tablig akbar di Masjid Raya Al Bantani merupakan bagian dari upaya Pemprov Banten memeriahkan sekaligus memaknai peringatan Hari Santri Nasional 2026.

“Alhamdulillah, baru saja kita selesai menyelenggarakan kegiatan tablig akbar di Masjid Raya Al Bantani. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pihak Provinsi Banten dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026,” ungkap Rubal Faisal.

Dalam ceramahnya, KH Mirwan Munawar menguraikan besarnya kontribusi santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, peran santri tidak hanya tercatat dalam perjuangan merebut kemerdekaan, tetapi juga dibutuhkan untuk mendukung pembangunan nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Baca Juga :  Sekda Banten Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil dan Balita

Ia menyampaikan lima karakter utama yang perlu dimiliki dan diamalkan para santri, yakni disiplin, ikhlas, bersungguh-sungguh, mengutamakan kebersamaan, serta istikamah dalam menjalankan kebaikan.

Karakter disiplin, menurutnya, menjadi salah satu landasan penting untuk meraih keberhasilan dan mencapai tujuan hidup. Sementara itu, keikhlasan dalam menuntut ilmu maupun beribadah perlu terus dipelihara agar setiap aktivitas dijalankan dengan niat yang baik.

KH Mirwan juga menekankan pentingnya mujahadah atau kesungguhan dalam berusaha. Ia mengingatkan bahwa pencapaian seseorang tidak terlepas dari usaha dan keseriusan dalam memperjuangkan apa yang menjadi tujuannya.

“Kemudian santri memiliki karakter mujahadah atau bersungguh-sungguh. Manusia akan mendapatkan apa yang diinginkannya karena kesungguhannya,” ujarnya.

Selain disiplin dan kesungguhan, kebersamaan menjadi karakter lain yang harus dijaga. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang harmonis, saling menghormati, membantu sesama, berbuat baik, serta saling memaafkan.

Baca Juga :  PWI Banten Fasilitasi Kasipenkum Kejati Banten dan Rudi, Berdamai Saja

Karakter kelima adalah istikamah, yaitu konsisten dalam mempertahankan kebiasaan baik dan mengamalkan nilai-nilai positif yang telah dipelajari. Sikap tersebut dinilai penting agar ajaran dan nilai yang diperoleh selama menuntut ilmu dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pedoman bagi kalangan santri, tetapi juga dapat diterapkan oleh masyarakat luas dalam kehidupan sosial dan bernegara.

“Lima karakter santri tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini