KPK dan Pegiat Literasi Luncurkan 1.581 Cerpen Antikorupsi, Pecahkan Rekor MURI

3 Menit Baca

JAKARTA,- katamedia.co.id  -Gerakan literasi antikorupsi berskala nasional kembali mencatat sejarah. Sebanyak 1.581 karya cerpen bertema antikorupsi berhasil dihimpun dan mengantarkan antologi tersebut meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Peluncuran buku sekaligus penyerahan penghargaan digelar di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK RI, Kamis (23/4/2026), dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bersama FORPAK API Banten, Forpaknas, Pena Integritas, Yayasan Rumah Indonesia Menulis, dan SIP Publishing.

Ketua FORPAK-API Banten sekaligus Ketua Panitia, Ratu Syafitri Muhayati, mengatakan gerakan ini menjadi bentuk perlawanan kultural terhadap praktik korupsi.

Dari 4.535 peserta yang terjaring, sebanyak 1.581 karya berhasil dikumpulkan dan 1.448 naskah dinyatakan lolos kurasi.

Baca Juga :  Lawan DBD dari Rumah, Tangsel Gencarkan Peran Keluarga dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk

“Menulis adalah cara paling tenang untuk melawan korupsi yang paling berisik. Karya ini menjadi investasi bagi generasi masa depan dalam menanamkan nilai integritas,” ujarnya.

Menurut Fitri, gerakan literasi ini sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Banten, yakni Banten Maju Adil Merata Tidak Korupsi, yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

“Melalui literasi, kami di Banten mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif melalui program Banten Cerdas. Integritas harus menjadi fondasi utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045: maju, berintegritas, dan bermartabat,” katanya.

Ia menambahkan, pada 2025 Pemerintah Provinsi Banten meraih Penghargaan Terbaik Pertama FORUM PAKSI API Berdaya 2025 kategori pemerintah daerah dalam aspek sinergitas dan kolaborasi forum dari KPK RI.

Baca Juga :  Virgojanti : Butuh Komitmen Kuat Untuk Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Atas capaian itu, Pemprov Banten terus memperkuat implementasi pencegahan korupsi melalui sinergi dan kolaborasi bersama PAKSI API di Banten.

“Gerakan literasi seperti penulisan cerpen antikorupsi ini menjadi salah satu bentuk konkret penguatan kolaborasi tersebut. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujar Fitri.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, menilai kegiatan ini sebagai implementasi nyata peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

“Pendidikan antikorupsi bertujuan membentuk karakter yang tidak ingin melakukan korupsi. Melalui cerpen, siapa pun bisa berkontribusi menanamkan nilai kejujuran dan integritas,” katanya.

Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menambahkan bahwa literasi merupakan sarana efektif menanamkan nilai integritas.

Baca Juga :  Carenang dan Binuang Dapat 11 Tangki Air Bersih, Polsek Carenang Bantu Warga Hadapi Kemarau

Ia menyebut nilai tersebut dirangkum dalam konsep “JUMAT BERSEPEDA KK”, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

“Melalui narasi cerita, nilai-nilai ini dapat tertanam lebih kuat. Rekor MURI ini bukan sekadar simbol, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Pengakuan resmi dari MURI disampaikan Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo. Ia menyatakan jumlah karya yang terkumpul menjadi yang terbanyak di Indonesia untuk tema antikorupsi.

Penghargaan diberikan kepada SIP Publishing atas rekor antologi cerpen terbanyak bertema antikorupsi.

Pencapaian ini menegaskan bahwa gerakan literasi bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun budaya integritas dan memperkuat perlawanan terhadap korupsi di Indonesia.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini