Forkokabi Rayakan Milad ke-25 di Tangsel, Tegaskan Ormas Harus Taat Hukum

3 Menit Baca

TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Forum Komunikasi Kaum Betawi Indonesia (Forkokabi) memperingati hari ulang tahun ke-25 melalui kegiatan yang berlangsung di Lapangan Parigi, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Peringatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi bagi jajaran pengurus dan anggota Forkokabi yang hadir dari berbagai daerah. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Tangerang Raya dan Jabodetabek, tetapi juga dari Lampung, Bengkulu hingga Yogyakarta.

Ketua DPD Forkokabi Banten, Maah Setiawan, S.E., M.M., mengatakan momentum milad ke-25 memiliki arti penting dalam memperkuat kebersamaan serta soliditas organisasi.

“Milad ini bukan hanya perayaan, tetapi juga ajang konsolidasi. Kita berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat kebersamaan antar pengurus dan anggota dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurut Maah, Forkokabi memiliki sejumlah fokus dalam menjalankan roda organisasi, mulai dari konsolidasi internal, kegiatan keagamaan hingga penguatan ekonomi bagi anggota.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026, Siapkan Arah Pembangunan Jangka Panjang

Berbagai kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad, di antaranya pembacaan maulid dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia 25 tahun.

Selain memperkuat internal organisasi, Maah menekankan pentingnya setiap anggota Forkokabi menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Ia meminta seluruh anggota menjalankan aktivitas secara positif serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami ingin seluruh anggota berusaha dan bekerja secara baik, tidak melanggar hukum, serta tidak melakukan tindakan anarkis. Ormas harus menjadi contoh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad Forkokabi, Maksi, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat. Meski demikian, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga :  Karhutla di Sejumlah Wilayah, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Administrasi dan Logistik

“Kami melibatkan banyak unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW. Dukungan semua pihak menjadi kunci suksesnya kegiatan ini,” katanya.

Maksi menilai hubungan yang baik antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah maupun unsur masyarakat lainnya perlu terus dibangun. Menurutnya, sinergi tersebut dapat mendorong keberadaan ormas agar memberikan manfaat yang lebih nyata.

Pesan serupa disampaikan tokoh Forkokabi, Muhammad Ikhsan, S.H., M.H. Ia mengingatkan agar organisasi kemasyarakatan mampu mengambil peran konstruktif dalam kehidupan sosial dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Ormas harus menjadi solution maker, bukan trouble maker. Kita harus menjaga sinergitas dengan semua pihak serta tetap taat pada hukum yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT Ke-75 Polda Metro Jaya, Kapolda Irjen Karyoto: Polri Terus Bertransformasi Untuk Indonesia Emas

Ia menyebut usia 25 tahun menjadi momentum bagi Forkokabi untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan organisasi. Di sisi lain, keberadaan Forkokabi juga diharapkan dapat ikut menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya Betawi di tengah perubahan zaman.

Peringatan Milad ke-25 Forkokabi turut diisi dengan berbagai kegiatan hiburan dan kebudayaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpengurus dan anggota sekaligus mengenalkan serta melestarikan tradisi Betawi kepada masyarakat.

Memasuki usia seperempat abad, Forkokabi diharapkan semakin solid dalam menjalankan organisasinya, membangun sinergi dengan berbagai pihak, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Betawi.

***

Bagikan Artikel Ini