Tangerang Selatan, -katamedia.co.id. – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang Selatan terus mematangkan persiapan menghadapi Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 dengan menerapkan sistem seleksi terbuka dan ketat bagi para peserta.
Pimpinan Kontingen Putra Kwarcab Kota Tangerang Selatan, Budi Arfan, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini dilakukan lebih menyeluruh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh siswa dari berbagai sekolah diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi.
“Ini menjadi kali pertama kita di Tangsel melakukan seleksi secara detail dan terbuka. Semua siswa dari berbagai sekolah diberikan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan kesiapan dalam mengikuti kegiatan berskala nasional tersebut.
“Kita ingin prosesnya baik, sehingga hasilnya juga baik. Semua punya kesempatan yang sama, dan kita siapkan mereka dengan maksimal sebelum masuk ke kegiatan utama,” katanya.
Hingga saat ini, kontingen Tangsel telah menetapkan sebanyak 48 peserta yang akan dipersiapkan melalui program training center (TC).
Dalam proses seleksi, terdapat sejumlah indikator yang menjadi penilaian utama, di antaranya keterampilan kepramukaan (scouting skill), pengetahuan umum, serta kemampuan interaksi sosial.
“Karena mereka nanti akan berinteraksi dengan banyak peserta dari seluruh Indonesia, maka kemampuan komunikasi dan sosial juga menjadi penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, melalui program training center, para peserta akan dibekali berbagai materi praktik, seperti teknik kepramukaan, survival, pioneering, hingga keterampilan memasak di alam terbuka dan kerja tim.
“Kita akan latih mereka secara bertahap, mulai dari teknik dasar, survival, pioneering, hingga kegiatan seperti memasak dan kerja tim,” ungkapnya saat di wawancarai awak media di gedung Pemkot Tangerang Selatan, Sabtu/25/2026.
Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi dan Hukum (Waka Orgakum) Kwarcab Kota Tangerang Selatan, Rapin Mudiardjo, menegaskan bahwa seleksi terbuka merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menciptakan pembinaan yang transparan dan berkualitas.
“Seleksi terbuka ini menjadi langkah penting agar semua peserta memiliki kesempatan yang sama dan terjaring secara objektif sesuai kemampuan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan melalui kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam membentuk karakter generasi muda.
“Melalui Jamnas ini, kita ingin membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, kontingen Tangsel juga mengusung nilai Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembinaan peserta, termasuk kampanye menjaga lingkungan, pengelolaan sumber daya, hingga kesadaran terhadap isu energi dan ketahanan pangan.
“Kita ingin adik-adik ini tidak hanya siap secara teknis, tapi juga punya kesadaran untuk menjaga lingkungan, energi, dan sumber daya manusia,” jelasnya.
Kegiatan Jamnas diharapkan tidak hanya menjadi ajang perkemahan, tetapi juga sarana membangun jejaring dan menambah wawasan generasi muda.
“Harapannya setelah pulang dari Jamnas, mereka punya jaringan yang luas, pengetahuan yang bertambah, dan bisa berkontribusi membangun Kota Tangerang Selatan,” tutup Rapin.
Sebagai informasi, Jambore Nasional merupakan kegiatan pertemuan besar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan.
*Hadi*




