Tangerang Selatan, katamedia.co.id – Setelah menjalani perawatan intensif selama 11 hari di rumah sakit, Yani (65), nenek korban penusukan di kawasan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, akhirnya diperbolehkan pulang. Namun di balik kepulangannya, keluarga kini harus menghadapi beban biaya pengobatan yang mencapai belasan juta rupiah.
Peristiwa penusukan tersebut terjadi di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kejadian, korban tengah mengasuh cucunya di halaman rumah ketika tiba-tiba mengalami penusukan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri. Insiden itu pun sempat menggegerkan warga sekitar.
Akibat luka serius yang dialaminya, Yani harus mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Sari Asih Bintaro. Selama dirawat, kondisi fisiknya perlahan membaik, namun persoalan biaya rumah sakit menjadi beban baru bagi keluarga.
Putra korban, Riko, mengatakan ibunya sebenarnya sudah diperbolehkan pulang beberapa hari sebelumnya. Akan tetapi, proses administrasi rumah sakit membuat kepulangan tersebut sempat tertunda lantaran biaya pengobatan belum mampu dilunasi pihak keluarga.
“Alhamdulillah ibu saya akhirnya pulang Rabu kemarin sekitar pukul 18.20 WIB,” ujar Riko, Kamis (14/5/2026).
Menurut Riko, kondisi mental sang ibu juga terus menurun akibat terlalu lama menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga akhirnya memilih membawa pulang Yani meski harus menerima skema pembayaran biaya rumah sakit secara bertahap.
Total biaya pengobatan yang masih menjadi tanggungan keluarga mencapai Rp16,2 juta. Dari jumlah tersebut, keluarga baru mampu membayar uang muka sebesar Rp5 juta yang diperoleh dari bantuan relawan dan kerabat.
Sementara sisa tagihan sebesar Rp11,2 juta harus dibayarkan dengan sistem cicilan selama 16 bulan. Setiap bulannya, keluarga diwajibkan membayar sekitar Rp700 ribu kepada pihak rumah sakit.
“Beban itu akhirnya jadi tanggungan kami sebagai korban,” kata Riko lirih.
Kondisi tersebut semakin berat karena keluarga tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah proses pemulihan korban yang masih membutuhkan pendampingan dan perawatan lanjutan di rumah.
Riko berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun para dermawan untuk membantu meringankan biaya pengobatan ibunya. Selama ini, keluarga mengaku hanya mengandalkan bantuan sukarela dari relawan dan warga sekitar.
“Semoga ada tangan-tangan baik yang bisa membantu ibu saya dan keluarga kami,” ucapnya.
Kasus penusukan terhadap lansia tersebut menjadi perhatian warga sekitar Pondok Aren. Selain menyisakan trauma mendalam bagi korban dan keluarga, peristiwa ini juga menyoroti persoalan biaya kesehatan yang masih menjadi beban berat bagi masyarakat korban tindak kekerasan.
Keluarga berharap kondisi Yani terus membaik dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari bersama anak dan cucunya, meski bayang-bayang utang pengobatan masih membebani kehidupan mereka.
*Hadi*




