Menhan Sjafrie Hadiri Paripurna DPR RI Bahas KEM dan PPKF RAPBN 2027

2 Menit Baca

JAKARTA, katamedia.co.id – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026).

Rapat paripurna dibuka Ketua DPR RI Puan Maharani dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI, para pimpinan lembaga negara, menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, para ketua umum partai politik, hingga unsur organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga :  Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Wakil PM sekaligus Menhan Australia Richard Marles

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai dasar pembahasan awal penyusunan RAPBN Tahun 2027 yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Presiden menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, memperkokoh dasar-dasar ekonomi bangsa, memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera, dan menjadi pedoman perjalanan kita ke depan,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Kemhan dan TNI Siap Perkuat BPJS Kesehatan untuk Kepentingan Nasional

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga optimisme ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Menurut Presiden, pemerintah terus berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui pengelolaan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai prioritas nasional, di antaranya ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional.

(Biro Infohan Setjen Kemhan/Sumber Dokumentasi: BPMI Setpres)

Bagikan Artikel Ini