Dubes Iran Kutuk Israel dan AS atas Serangan ke Teheran

2 Menit Baca

JAKARTA, 2 Maret 2026 –katamedia.co.id  -Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menggelar konferensi pers khusus menyusul serangan yang dituding dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Senin (2/3/2026).

Konferensi pers tersebut digelar sebagai respons resmi atas eskalasi konflik yang diklaim telah menyebabkan gugurnya sejumlah pejabat tinggi Iran.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyid Ali Khamenei.

“Situasi ini sangat menyedihkan bagi bangsa kami. Kami mengecam keras tindakan agresi tersebut,” ujar Boroujerdi di hadapan awak media.

Baca Juga :  Eks Staf DLH Tangsel ZY Diduga Terlibat Korupsi Rp15,4 Miliar dalam Proyek Pengangkutan Sampah

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi menegaskan bahwa komunikasi antara Iran dan Indonesia tetap terbuka di tengah dinamika yang berkembang. Ia menyebut interaksi dan pertukaran informasi antarkedua negara memungkinkan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini di Iran.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah upaya mediasi dalam situasi saat ini dapat membuahkan hasil konkret. Menurutnya, berbagai kesepakatan atau gencatan senjata di masa lalu kerap menghadapi tantangan, termasuk pelanggaran yang menyulitkan terbangunnya kepercayaan.

Konferensi pers berlangsung singkat dengan pengamanan ketat di area Kedutaan Besar Iran. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait tudingan yang disampaikan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Museum Ibu Marsinah Jadi Pengingat Perjuangan Hak Pekerja

Pemerintah Indonesia juga belum mengeluarkan sikap resmi atas perkembangan tersebut. Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai, posisi Indonesia yang memiliki hubungan diplomatik luas berpotensi membuka ruang komunikasi, meski efektivitasnya tetap bergantung pada dinamika politik global yang terus berkembang.

Perkembangan situasi di Iran dan respons komunitas internasional diperkirakan masih akan menjadi perhatian dalam beberapa hari ke depan.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini