Dinkes Tangsel Gelar Gebyar Jumantik, Kemenkes Apresiasi Gerakan 3M Plus

4 Menit Baca

TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Gebyar Jumantik dalam rangka ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 dengan tema “Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ)” di Aula Blandongan Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengendalian vektor secara berkelanjutan berbasis keluarga dan lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Prima Yosefin, MKN, Wali Kota Tangerang Selatan, Sekretaris Daerah selaku Ketua Pokjanal DBD Kota Tangsel, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kota Tangsel, para camat, serta ribuan kader Jumantik dari berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya, Dr. Prima Yosefin menegaskan bahwa dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, baik di Indonesia maupun dunia. Bahkan, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus dengue tertinggi di kawasan Asia.

Baca Juga :  Gebyar Jumantik 2026, Sekda Tangsel Apresiasi Peran Kader dalam Cegah DBD

“Dengue masih menjadi masalah kesehatan bagi negara kita dan dunia. Indonesia saat ini masih menjadi juara kasus dengue di Asia. Karena itu, kita harus bersama-sama berjuang mengendalikan penyakit ini agar tidak terus menjadi ancaman kesehatan masyarakat,” ujar Prima.

Ia memaparkan, sepanjang tahun 2025 Indonesia mencatat sekitar 161 ribu kasus dengue dengan angka kematian mencapai 600 orang. Sementara hingga awal Juni 2026, tercatat sekitar 39 ribu kasus dengan 105 kematian.

Menurutnya, tren kasus dengue secara nasional mulai menunjukkan penurunan, termasuk yang terjadi di Kota Tangerang Selatan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah karena faktor iklim sangat memengaruhi perkembangan populasi nyamuk penular dengue.

“Bisa saja saat ini kondisi iklim lebih mendukung sehingga jumlah vektor menurun. Tetapi kita tetap membutuhkan intervensi dan strategi yang kuat agar pengendalian dengue tetap berjalan dalam kondisi apa pun,” katanya.

Baca Juga :  Dari Galeri Seni ke Jalan Raya, VF3 Curi Perhatian di Graha Bintaro

Prima menegaskan bahwa strategi paling efektif dan berkelanjutan adalah pengendalian vektor melalui Gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta berbagai langkah pencegahan tambahan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang dinilai berhasil menjadi daerah pionir dalam implementasi Gerakan 3M Plus dan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ).

“Saya sangat mengapresiasi Kota Tangerang Selatan. Tangsel merupakan pionir Gerakan 3M Plus. Ini menjadi model yang sangat baik untuk ditularkan ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten, bahkan ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya terletak pada kegiatan sesaat, tetapi pada upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

Baca Juga :  Antisipasi May Day, Polda Lampung Siagakan Personel Lewat Simulasi Rayonisasi

“Gerakan 3M Plus adalah upaya mengubah budaya masyarakat. Ketika budaya ini terbentuk, masyarakat akan secara mandiri melakukan pencegahan dengue secara terus-menerus tanpa harus menunggu adanya kasus,” jelas Prima.

Kementerian Kesehatan berharap keberhasilan Kota Tangerang Selatan dapat menjadi contoh bagi 513 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia dalam memperkuat pengendalian dengue berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui Gebyar Jumantik ASEAN Dengue Day 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kader Jumantik, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya 3M Plus, serta mewujudkan target nol kematian akibat dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

Gerakan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat keluarga sebagai garda terdepan pencegahan dengue.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini