Gebyar Jumantik 2026, Sekda Tangsel Apresiasi Peran Kader dalam Cegah DBD

4 Menit Baca

CIPUTAT, katamedia.co.id – Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Bambang Noertjahjo mengapresiasi peran kader Jumantik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri Gebyar Jumantik dalam rangkaian ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 yang digelar di Aula Blandongan Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ)”.

Gebyar Jumantik menjadi momentum penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD melalui pemberdayaan masyarakat serta optimalisasi peran kader Jumantik di tingkat lingkungan.

Dalam laporannya, Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Jumantik Kota Tangerang Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung program pengendalian dengue di wilayahnya.

“Terima kasih kepada seluruh mitra, jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, kader Jumantik, organisasi profesi, serta pihak swasta yang terus bersinergi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Kota Tangerang Selatan,” kata Bambang saat menyampaikan laporan kegiatan.

Baca Juga :  Kurir Shopee Dituduh Bawa Paket Bermasalah, Dipukuli 8 Orang di Ciputat Timur

Menurut Bambang, kegiatan Gebyar Jumantik merupakan bagian dari rangkaian ASEAN Dengue Day 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan kementerian, para camat dan lurah se-Kota Tangerang Selatan, 80 kader Jumantik, 28 unsur Pokja Jumantik, 35 petugas program pengendalian DBD, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kota Tangerang Selatan, Forum Kota Sehat, serta berbagai mitra dan sponsor pendukung kegiatan.

“Kehadiran seluruh unsur ini menjadi bukti kuat sinergi dan komitmen bersama dalam pengendalian demam berdarah dengue di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, tren kasus DBD di Kota Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan, pada 2024 tercatat sebanyak 754 kasus DBD, kemudian menurun menjadi 648 kasus pada 2025. Sementara hingga Juni 2026, jumlah kasus yang tercatat sebanyak 209 kasus.

Baca Juga :  Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Pemprov Banten Sinkronkan Program Kerja TKPKD

“Data ini menunjukkan bahwa berbagai program pengendalian yang dilakukan secara konsisten mulai memberikan hasil positif,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu strategi utama yang terus diperkuat adalah pelaksanaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ) yang terintegrasi dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin di lingkungan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga melanjutkan program sertifikasi RW Bebas Jentik yang telah memiliki roadmap pelaksanaan sejak 2024 hingga 2030.

Untuk tahun 2026, capaian RW Bebas Jentik di Kota Tangerang Selatan mencapai 58,12 persen dari target 60 persen. Beberapa wilayah telah menunjukkan capaian yang baik, seperti Kecamatan Pamulang yang berhasil mencapai 100 persen.

Sementara itu, Kecamatan Setu mencatat capaian 64,58 persen, Pondok Aren 54,35 persen, Ciputat 50,48 persen, sedangkan Serpong Utara dan Ciputat Timur masih berada di bawah angka 50 persen.

Baca Juga :  Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Perkuat SDM Hadapi Era Digital

Bambang berharap capaian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh kecamatan agar target kota bebas jentik dan nol kematian akibat dengue dapat terwujud.

“Gerakan pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi budaya masyarakat. Keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh warga melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,” tegasnya.

Melalui peringatan ASEAN Dengue Day 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi, pengawasan jentik, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman dengue.

Dengan mengedepankan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta langkah pencegahan tambahan lainnya, Tangsel optimistis mampu menekan angka kasus DBD sekaligus mewujudkan target nol kematian akibat dengue di masa mendatang.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini