SERANG, katamedia.co.id – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten Tahun 2026 menjadi momentum penguatan peran pengusaha muda dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan Provinsi Banten.
Kegiatan yang digelar di Aula Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (7/5/2026), itu dibuka langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni. Rakerda HIPMI Banten 2026 mengusung tema “Kolaborasi dan Aksi Pengusaha Muda Banten untuk Indonesia Raya” serta dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda).
Dalam sambutannya, Andra Soni mendorong HIPMI agar aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui berbagai program usaha yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Saya berharap HIPMI berperan aktif dalam pembangunan provinsi. Dengan Rakerda ini kami berharap lahir program-program HIPMI yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.
Ia juga memaparkan kondisi pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Banten pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,64 persen secara year-on-year.
Menurutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 17,88 persen.
“Ini capaian yang patut disyukuri dan menjadi keyakinan kita bahwa pertumbuhan ekonomi di Banten akan terus tumbuh,” katanya.
Andra Soni menilai pengusaha muda memiliki posisi strategis dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan produktif. Kehadiran HIPMI dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Pengusaha muda adalah harapan masa depan daerah. Ketika mereka mampu menciptakan iklim usaha yang baik, maka pertumbuhan ekonomi Banten juga akan semakin baik,” ucapnya.
Selain itu, ia mendorong pengusaha muda memanfaatkan berbagai peluang investasi yang berkembang di Provinsi Banten, khususnya pada sektor agrikultur dan pangan yang dinilai memiliki potensi besar.
“Salah satu peluang yang menarik saat ini adalah sektor agrikultur. Potensi ini bisa dimanfaatkan pengusaha muda, apalagi Banten memiliki kedekatan dengan Jakarta dan penanaman modal dalam negeri di Banten juga cukup tinggi,” jelasnya.
Andra Soni juga mengajak HIPMI untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama pada sektor pertanian dan kebutuhan pangan.
“Program MBG ini bisa kita dukung bersama karena sekitar 85 persen pembiayaannya berkaitan dengan sektor pertanian dan pangan. Ini peluang besar bagi pengusaha muda untuk membangun ekosistem usaha yang baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten Rifky Hermansyah mengatakan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda merupakan agenda penting organisasi dalam memperkuat kaderisasi serta meningkatkan kapasitas pengusaha muda di Banten.
“Kegiatan ini menjadi ruang penguatan organisasi, pengkaderan, sekaligus berbagi peluang usaha dan memperkuat jejaring bisnis antaranggota,” ujarnya.
Rifky menilai pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,64 persen menunjukkan stimulus ekonomi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten berjalan cukup baik dan optimal. Ia juga menilai sektor pangan dan hortikultura menjadi sektor strategis yang perlu digarap serius oleh pengusaha muda.
“Sekarang kita tidak hanya berbicara sektor usaha konvensional, tetapi juga sektor pangan dan hortikultura karena kebutuhan serta supply-demand-nya sangat besar,” katanya.
Ketua Panitia Faizal Hermiansyah menambahkan, rangkaian kegiatan Rakerda tidak hanya fokus pada konsolidasi organisasi, tetapi juga peningkatan kapasitas pengusaha muda melalui edukasi dan forum bisnis.
“Forbisda menghadirkan sejumlah narasumber nasional untuk memberikan masukan, saran, dan edukasi bagi pengusaha muda Banten agar semakin berkembang,” pungkasnya.
*Red*




