Abang None Jakarta 2026, Rano Karno: Bukan Sekadar Selempang atau Gelar

3 Menit Baca

JAKARTA, katamedia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa ajang Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026 bukan sekadar seremoni untuk mendapatkan selempang maupun gelar. Para peserta yang terpilih membawa tanggung jawab untuk merepresentasikan Jakarta melalui budaya, kreativitas, serta berbagai potensi yang dimiliki Ibu Kota.

Pesan tersebut disampaikan Rano saat membuka Malam Final Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026 di Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Rano, Abang dan None Jakarta memiliki peran penting dalam memperkenalkan karakter Jakarta kepada masyarakat luas, termasuk kepada generasi muda dan masyarakat internasional. Peran tersebut menjadi semakin relevan karena Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027.

Baca Juga :  Istri Gubernur Lantik Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Provinsi Banten

“Menjadi Abang dan None bukan semata-mata tentang selempang atau gelar. Di baliknya ada nama Jakarta yang melekat, ada citra kota yang harus dijaga, dan ada nilai-nilai budaya yang harus terus dirawat,” ujar Rano.

Ia menjelaskan, rangkaian seleksi dan pembekalan yang telah dijalani para finalis diharapkan memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek Jakarta, mulai dari pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif hingga potensi yang berkembang di kota tersebut.

Bekal itu, lanjutnya, dapat digunakan Abang dan None untuk menyampaikan cerita mengenai Jakarta secara lebih luas dan menarik.

Rano juga menekankan bahwa perkembangan Jakarta sebagai kota global harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan identitas lokal.

Baca Juga :  Benyamin Davnie: Saka Bakti Husada Harus Aktif Ingatkan Soal Kesehatan di Masyarakat

“Ke depan, kita ingin Jakarta terus tumbuh menjadi kota global yang modern tanpa meninggalkan akar budaya dan jati dirinya,” katanya.

Selain melalui kegiatan langsung, Abang dan None juga didorong memanfaatkan perkembangan teknologi dan ruang digital untuk memperkenalkan Jakarta kepada khalayak yang lebih luas.

Menurut Rano, media digital dapat menjadi sarana untuk mengangkat kekayaan budaya, kuliner, komunitas, kreativitas, serta kehidupan masyarakat Jakarta secara kreatif dan bertanggung jawab.

“Sebagai representasi Jakarta, Abang dan None adalah jembatan yang menghubungkan Jakarta dengan generasi muda dan dunia. Ceritakanlah Jakarta melalui budaya, kreativitas kuliner, komunitas, serta kehangatan masyarakatnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Tetap Guyub, Warga RW 07 PPI II Gelar Syukuran HUT RI di Tengah Gejolak Nasional

Rano berharap malam final tidak menjadi akhir dari kiprah para finalis. Ia menyebut gelar yang diperoleh bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, karena kontribusi terhadap Jakarta perlu dilanjutkan melalui berbagai karya dan kegiatan positif.

“Kemenangan kita rayakan, tetapi apa pun hasilnya, kontribusi untuk Jakarta harus terus diupayakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan selalu membuka ruang bagi anak muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Dalam malam final tersebut, Herve Pierre Sidarta yang merupakan wakil Jakarta Selatan terpilih sebagai Abang Jakarta 2026. Sementara Citra, wakil Jakarta Timur, terpilih sebagai None Jakarta 2026.

*Pemprov DKI*

Bagikan Artikel Ini