87 Sawa Ikuti Ngeroras di Pejukutan, Polri-TNI dan Pecalang Bersinergi Amankan Prosesi

2 Menit Baca

Klungkung, katamedia.co.id – Sebanyak 87 sawa mengikuti prosesi Ngeroras/Nyekah Atma Wedana yang digelar di Setra Desa Adat Karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Selasa (19/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pitra Yadnya atau Ngaben Massal yang dilaksanakan secara berkala setiap lima tahun sekali. Prosesi keagamaan tersebut dipuput oleh Ida Empu Buda dari Griya Karangsari, Desa Suana.

Untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berlangsung aman dan tertib, Bhabinkamtibmas Desa Pejukutan Polsek Nusa Penida Aipda I Nyoman Sudana bersama Babinsa Desa Pejukutan Serka I Komang Suwena serta Pecalang Desa Adat setempat melaksanakan pengamanan di lokasi kegiatan.

Baca Juga :  Kemendes, BRIN, The World Bank, dan Pemprov Banten Bersinergi Bangun Desa Tangguh Iklim

Pengamanan dilakukan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti prosesi. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan upacara.

Selain pengamanan, Bhabinkamtibmas aktif berkoordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta Pecalang. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi dan memperkuat kesiapsiagaan bersama dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H. mengatakan keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pelayanan kepolisian sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.

Baca Juga :  Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Perkuat SDM Hadapi Era Digital

“Bhabinkamtibmas harus hadir sejak awal dalam setiap kegiatan masyarakat di desa binaannya. Dengan berkoordinasi bersama tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan Pecalang, berbagai potensi kerawanan dapat diantisipasi lebih awal sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” ujar Kompol I Ketut Kesuma Jaya.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, TNI, Pecalang dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang kondusif, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan.

Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga sehingga berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Nusa Penida dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Baca Juga :  Dimyati Cup 2026, Wagub Banten Bidik Lahirnya Atlet Catur Kelas Dunia

*Red*

Bagikan Artikel Ini