katamedia.co.id – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan salah satu prioritas utama dalam politik luar negeri nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem yang digelar di Amman, Yordania, Rabu (5/8/2026).
Dalam forum internasional itu, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir yang mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel serta pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al Aqsa, dan Tepi Barat, tidak boleh dibiarkan maupun dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Al Haram Al Syarif, serta mendukung penuh terwujudnya Negara Palestina yang merdeka berdasarkan hukum internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk meninggalkan pendekatan lama dalam menyikapi konflik Palestina. Menurut Arrmanatha, dunia harus bersatu menghadapi berbagai pelanggaran yang terjadi karena perpecahan hanya akan membuka ruang bagi Israel untuk terus melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Indonesia mengajukan lima inisiatif, yakni membangun strategi bersama yang dilandasi persatuan, memperkuat penegakan hukum internasional dan pelaksanaan putusan Mahkamah Internasional, memperluas pengakuan terhadap Negara Palestina, meningkatkan perlindungan terhadap Masjid Al Aqsa, serta mendukung rekonstruksi Gaza, memperkuat persatuan nasional Palestina, dan memastikan keberlanjutan mandat UNRWA.
Lima inisiatif tersebut menjadi implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu fokus utama diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu, pemerintah terus mendorong terbentuknya koalisi yang lebih kuat bersama negara-negara Global South untuk memperluas dukungan terhadap Palestina. Arrmanatha menyebut dukungan internasional semakin berkembang, bahkan sejumlah negara yang selama ini memiliki kedekatan dengan Israel telah mulai menjatuhkan sanksi kepada para pemukim Israel di wilayah Tepi Barat.
Pertemuan Tingkat Menteri di Amman dihadiri para menteri luar negeri, wakil menteri luar negeri, dan pejabat dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, Qatar, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.
Forum tersebut menghasilkan Joint Statement yang memuat sejumlah kesepakatan penting, di antaranya mendukung penguatan institusi Palestina di Yerusalem, menolak pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem secara sepihak, serta mendorong kampanye media internasional untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap dampak tindakan Israel terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia.
Sumber: Humas Kementerian Luar Negeri RI / DND – Humas Kementerian Sekretariat Negara RI (Kemensetneg).




