Tangerang Selatan, 7 Juli 2026, katamedia.co.id – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui audiensi dan silaturahmi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Ketapang) Kota Tangerang Selatan. Pertemuan yang berlangsung di Serpong, Selasa (7/7/2026), menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha guna mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan aset daerah, serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang berkelanjutan.
Audiensi tersebut dihadiri Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan Marhadi, SE., MM., Direktur Eksekutif KADIN Tangsel Medi Sumaedi, SH., Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan Supriyatna, S.Pd., M.M., Wakil Ketua Umum Bidang Pangan KADIN Tangsel Mardex, Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian KADIN Tangsel Aay Samudra, serta jajaran pengurus KADIN dan Dinas Ketapang.
Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan, Marhadi, menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan KADIN Tangsel periode 2025–2030 kepada jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan.
Menurutnya, KADIN sebagai mitra strategis pemerintah memiliki komitmen untuk membangun kolaborasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berbagai program pembangunan dapat berjalan selaras dengan dunia usaha dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan KADIN Kota Tangerang Selatan periode 2025–2030. Ke depan kami berharap seluruh OPD dapat bersinergi dengan KADIN sehingga program-program pemerintah dapat dijalankan bersama dunia usaha,” ujar Marhadi.
Ia menegaskan, KADIN Tangsel siap mendukung pemanfaatan aset-aset daerah yang belum produktif menjadi kawasan pertanian yang bernilai ekonomi. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah pengembangan budidaya pisang melalui pemanfaatan lahan milik pemerintah dengan melibatkan dunia usaha serta lembaga riset seperti BRIN.
Menurut Marhadi, sinergi antara pemerintah yang memiliki kewenangan regulasi dan dunia usaha yang memiliki kemampuan investasi akan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.
Selain pengembangan sektor pertanian, KADIN Tangsel juga menawarkan dukungan promosi melalui ekosistem digital yang dimiliki organisasi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas publikasi berbagai program unggulan Dinas Ketahanan Pangan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, sekaligus memperkuat literasi masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, Supriyatna, menyambut baik inisiatif KADIN Tangsel dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, konsep yang ditawarkan sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian meski dihadapkan pada keterbatasan lahan di Kota Tangerang Selatan.
Supriyatna menjelaskan bahwa agribisnis pisang memiliki prospek yang sangat baik karena menciptakan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari pembibitan, budidaya, panen, hingga pengolahan produk turunannya. Bahkan, limbah tanaman pisang masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun media budidaya belut sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar berbagai gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut disusun menjadi konsep kerja bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kalangan akademisi. Kolaborasi tiga unsur tersebut dinilai akan memperkuat implementasi program ketahanan pangan sekaligus membuka peluang investasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pada akhir audiensi, KADIN Tangsel dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan sepakat memperkuat komunikasi serta menyusun program-program konkret yang dapat segera direalisasikan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan aset pemerintah yang belum produktif, serta mendorong tumbuhnya investasi baru di sektor pertanian, perikanan, dan pangan melalui kemitraan yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.Bila diimplementasikan secara konsisten, kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.
*Hadi*




