Muskota IV Kadin Tangsel Deadlock, Panitia Umumkan Penundaan Hingga Waktu Tak Ditentukan

5 Menit Baca

Ketegangan Warnai Jalannya Musyawarah Kota IV Kadin Tangsel, Peserta Desak Panitia Lanjutkan Sidang Hingga Terjadi Deadlock

Serpong, bidiktangsel.com – Musyawarah Kota (Muskota) IV Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan yang digelar di Kodiklat TNI Serpong pada Sabtu (25/10/2025) berakhir tanpa hasil. 

Rapat resmi dinyatakan deadlock setelah terjadi ketegangan antara peserta dan panitia, hingga akhirnya diputuskan untuk menunda pelaksanaan Muskota IV Kadin Tangsel ke waktu yang belum ditentukan.

Situasi mulai memanas ketika lebih dari dua jam panitia melakukan rapat tertutup tanpa kejelasan. Para peserta yang menunggu di ruang sidang mulai gelisah dan menuntut agar acara segera dilanjutkan. 

Sebagian peserta bahkan melakukan orasi di depan ruangan, mendesak panitia Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) agar sidang pemilihan ketua Kadin segera dimulai.

“Lanjutkan! Lanjutkan!” seru sejumlah peserta dengan nada tinggi, disertai aksi berebut mikrofon di depan panggung. Suasana pun sempat tidak kondusif sebelum akhirnya panitia mengumumkan keputusan penundaan.

Panitia Umumkan Deadlock, Muskota Ditunda

Usai salat Maghrib, panitia OC dan SC bersama dua calon ketua — Marhadi dan Abdul Rahman (Arnopi) — mengumumkan bahwa Muskota IV resmi ditunda akibat deadlock.
 

Baca Juga :  Wagub Banten Terima Kunjungan Gubernur Bengkulu, Bahas Program Zakat hingga Retret ASN

Ketua OC, TB. Hadi Mulyana, saat dikonfirmasi awak media mengaku belum bisa memastikan waktu pelaksanaan ulang.

“Sampai kapan? Saya belum tahu. Keputusan saat ini hanya ditunda, belum ada putusan lain. Skema dan verifikasi juga belum dibahas lebih lanjut,” ujarnya singkat.

Terkait data peserta yang sempat menjadi sorotan, Hadi menjelaskan bahwa dari 819 anggota terverifikasi, terdapat 132 yang dinyatakan cacat administrasi, namun status mereka akan dibahas kembali dalam rapat lanjutan.

Kandidat Marhadi: Kecewa, Tapi Harus Legowo Demi Kondusivitas Tangsel

Calon Ketua Kadin Tangsel, Marhadi, menyampaikan kekecewaannya atas penundaan tersebut. 

Menurutnya, keputusan deadlock merupakan langkah yang disayangkan, namun ia tetap menghormati keputusan panitia demi menjaga suasana kondusif di Tangsel.

“Ya kecewa pasti, duit udah keluar, waktu dan tenaga juga. Tapi demi Tangsel, ya harus legowo. Kita generasi kedua di Tangsel, harus menunjukkan bahwa pengusaha muda juga bisa profesional dan menghormati senior,” ujar Marhadi.

Baca Juga :  KADIN Tangsel Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Pengurus, Tamu Undangan, dan Warga

Ia menegaskan tidak ada intervensi atau tekanan dari pihak mana pun terhadap keputusan penundaan ini.

“Enggak ada intervensi pemerintah, enggak ada intimidasi. Semua murni karena situasi di dalam forum. Kami hanya ingin suasana Tangsel tetap kondusif, jangan sampai jadi tontonan yang memalukan,” tambahnya.

Calon Ketua Abdul Rahman (Arnopi): Deadlock Sudah Diprediksi

Sementara itu, calon ketua lainnya, Abdul Rahman (Arnopi), menilai bahwa kondisi deadlock ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal melihat dinamika yang terjadi di dalam forum.

“Saya enggak curiga, tapi sudah menduga arah ke sana. Namanya juga organisasi besar, wajar kalau terjadi perbedaan pandangan. Bagi saya ini bukan kekecewaan, hanya bagian dari proses,” ungkapnya.

Arnopi pun menegaskan bahwa dirinya akan tetap siap mengikuti proses Muskota lanjutan, jika karateker Kadin Tangsel menjadwalkan ulang pelaksanaan forum tersebut.

“Kami siap ikut lagi kalau sudah dijadwalkan ulang. Yang penting prosesnya fair dan tetap menjunjung marwah Kadin Tangsel,” tuturnya.

Ketidakpastian Pascapenundaan: Karateker Akan Gelar Muskota Ulang

Baca Juga :  Jakarta Electric PLN Rayakan Kemenangan atas Yogya Falcons, Selangkah Lagi ke Final Four Proliga 2025

Pasca penundaan, panitia menyatakan bahwa pelaksanaan Muskota IV Kadin Tangsel selanjutnya akan diserahkan kepada karateker Kadin Provinsi Banten untuk dijadwalkan ulang. 

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian tanggal maupun mekanisme lanjutan dari pihak karateker.

Keputusan deadlock ini menambah daftar panjang dinamika organisasi Kadin di daerah, khususnya di Tangerang Selatan, yang tengah mencari sosok pemimpin baru untuk membawa arah kebijakan ekonomi daerah lebih progresif dan kolaboratif ke depan.

Analisis dan Implikasi

Kadin Tangsel memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi dunia usaha dengan pemerintah daerah. Terhambatnya pemilihan ketua baru bisa berdampak pada terhentinya program kerja strategis yang seharusnya menopang pemulihan ekonomi pascapandemi serta memperkuat sinergi antar pelaku usaha lokal.

Para pelaku usaha berharap agar penyelenggaraan Muskota selanjutnya dapat berlangsung transparan, tertib, dan demokratis, tanpa ada kepentingan pihak tertentu yang menghambat proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Kadin Tangsel.

(***)

Keyword Utama SEO:
Muskota IV Kadin Tangsel Deadlock, Penundaan Kadin Tangsel, Pemilihan Ketua Kadin Tangsel 2025, Kadin Tangerang Selatan

Bagikan Artikel Ini