KPK Hadirkan Drama Musikal “SIDIK”, Perkuat Kampanye Integritas di Dunia Pendidikan

5 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Upaya pendekatan edukasi antikorupsi semakin merambah ke dunia seni pertunjukan, salah satunya melalui drama musikal. Melalui pendekatan budaya populer, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya keluar dari pola sosialisasi konvensional demi menyentuh kesadaran kritis masyarakat luas, khususnya generasi muda dan para penikmat seni teater di Tanah Air.

Melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) Antikorupsi, KPK akan menggelar drama musikal bertajuk “SIDIK” pada 4-6 Desember 2026 mendatang. Gelaran ini sekaligus menjadi bagian resmi dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2026.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan, pementasan drama musikal tersebut merupakan agenda besar yang telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari strategi kampanye kreatif antikorupsi.

“Proyek ini agenda besar yang telah disiapkan dan digodok sejak 2024, dengan belajar dari berbagai produk kreativitas sejenis yang menginspirasi lembaga,” tutur Direktur Soskam KPK, Amir Arief dalam media briefing di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut Amir, gelaran drama musikal ini dinilai sangat strategis untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi kepada kelompok masyarakat yang lebih spesifik, terutama para penyuka teater dan seni budaya. Selain itu, pementasan tersebut diharapkan mampu memantik respons positif yang kemudian menyebar luas ke seluruh penjuru Tanah Air.

Baca Juga :  Pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah Soroti Kedatangan Puluhan Orang di Tengah Sengketa

Guna memastikan proyek kampanye kreatif ini berjalan secara akuntabel, KPK bekerja sama dengan Da Lopez Entertainment melalui mekanisme pengadaan penunjukan langsung yang sah sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.

Kolaborasi tersebut didasarkan pada rekam jejak kuat Content Creator sekaligus perwakilan Da Lopez Entertainment, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez, yang sebelumnya sukses mengemas isu politik kebangsaan menjadi produk musikal, seperti “DPR Musikal” dan “Polarisasi”. KPK menilai keterlibatan aktif pekerja seni menjadi bukti bahwa gerakan pemberantasan korupsi harus bergerak menjadi aksi bersama, bukan urusan kelembagaan semata.

Sebagai informasi, konsep cerita drama musikal “SIDIK” mengangkat tokoh utama seorang penyidik KPK bernama Sidik. Narasi cerita berfokus membedah realitas di balik layar penanganan kasus korupsi, proses hukum, hingga potret kemanusiaan dari kehidupan pribadi seorang penegak hukum.

Pada kesempatan yang sama, Andovi da Lopez menyampaikan bahwa untuk menjaga objektivitas terhadap proses hukum yang riil, naskah skrip dikembangkan menggunakan basis riset dan wawancara eksklusif bersama para penyidik asli KPK guna menangkap pola pikir mereka. Latar cerita juga mengambil inspirasi dari perkara-perkara lama yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional 2026, KPK Ajak Anak Indonesia Tumbuh Berintegritas Lewat Edukasi Antikorupsi

“Berangkat dari rasa penasaran publik mengenai realitas kehidupan seorang penyidik KPK. Mulai dari apa yang dilakukan saat menangani kasus, proses penegakan hukumnya, hingga kehidupan pribadi,” jelas Andovi.

Lebih jauh, Andovi menegaskan cerita ini sengaja dibuat tanpa mengangkat kasus hukum yang sedang berjalan agar tidak memengaruhi proses hukumnya. Sejumlah perkara lama yang telah inkrah dijadikan inspirasi cerita dan dikemas dengan sentuhan humor segar agar tetap menghibur penonton.

Selain mengedepankan kreativitas dalam penyampaian pesan antikorupsi, KPK juga memastikan pengelolaan anggaran pementasan dilakukan secara transparan dan akuntabel. KPK menegaskan bahwa anggaran negara hanya dialokasikan untuk mendanai pertunjukan non-komersial yang ditujukan bagi para pegiat pendidikan, penyuluh antikorupsi, serta mitra strategis pencegahan korupsi.

Sementara itu, untuk memperbanyak jumlah pementasan tanpa membebani keuangan negara, KPK membuka ruang bagi Da Lopez Entertainment untuk menggelar pertunjukan komersial secara umum melalui sistem e-ticketing yang dikelola secara mandiri.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Maung 2026 Dimulai, Andra Soni: Mudik Aman dan Nyaman Jadi Prioritas

“Perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban anggaran tetap akuntabel karena keuangan negara hanya dialokasikan untuk show non-komersial yang dihadiri para mitra pendidikan antikorupsi,” tegas Amir.

Jovial da Lopez yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KPK kepada para pekerja seni untuk berkolaborasi dalam kampanye antikorupsi. Menurutnya, kerja sama semacam ini masih tergolong jarang terjadi.

“Menurut saya, kolaborasi seperti ini jarang terjadi. Melalui musikal ini, anak muda diharapkan melihat profesi penegak hukum adalah pekerjaan sangat mulia, yang wajib dilandasi integritas kokoh sebagai pondasi utama,” ucapnya.

KPK menilai intervensi budaya melalui musikal “SIDIK” sangat relevan di tengah tantangan integritas pendidikan saat ini, salah satunya terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tengah berjalan. Kreativitas kampanye melalui panggung teater ini juga diproyeksikan sebagai pemantik gerakan berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas.

Melalui drama musikal tersebut, KPK berharap pendekatan edukasi antikorupsi dapat diduplikasi oleh sanggar-sanggar sekolah maupun forum teater di seluruh Indonesia, sehingga penanaman nilai kejujuran dan antikorupsi dapat mengakar kuat dalam ekosistem pendidikan nasional.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini