Tinjau Yonif TP 842/Badak Sakti di Cimanggu, Menhan Tekankan Kesiapan Tempur dan Kedekatan dengan Masyarakat

4 Menit Baca

PANDEGLANG, BANTEN, Katamedia.co.id, – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 842/Badak Sakti di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja Menhan untuk melihat perkembangan satuan Yonif Teritorial Pembangunan yang telah dibentuk dan mulai beroperasi di sejumlah wilayah.

Yonif TP 842/Badak Sakti merupakan salah satu satuan yang masuk dalam tahap awal pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan. Karena telah lebih dahulu menjalankan tugas, satuan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi satuan TP lainnya yang masih dalam proses pembangunan dan pengembangan.

Menurut Menhan, keberhasilan sebuah satuan tidak cukup hanya dilihat dari kesiapan pangkalan maupun kelengkapan infrastrukturnya. Hal yang lebih penting adalah kualitas dan kesiapan prajurit serta sejauh mana keberadaan satuan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayahnya.

Baca Juga :  Bazar Ramadan 1446 di Ciputat: Warga Antusias Sambut Sembako Murah

Dalam arahannya, Sjafrie menegaskan bahwa prajurit Yonif TP memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi operasi militer. Sebagai satuan yang memiliki karakter teritorial, prajurit juga dituntut mampu membangun hubungan yang erat dengan masyarakat dan memahami kondisi lingkungan tempat mereka bertugas.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat, lanjutnya, harus mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.

Menhan juga mengingatkan agar Delapan Wajib TNI tidak berhenti sebagai hafalan ataupun sekadar tulisan yang terpampang di lingkungan satuan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan tindakan prajurit saat menjalankan tugas serta berinteraksi dengan masyarakat.

Meski memiliki fungsi teritorial, kemampuan tempur prajurit tetap harus menjadi perhatian. Menhan meminta latihan menembak dan latihan teknis lapangan dilakukan secara rutin agar kemampuan dasar prajurit tetap terpelihara dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi medan dapat terjaga.

Baca Juga :  Pemprov Banten dan BI Perkuat Kolaborasi, Ekonomi Tumbuh Harus Dirasakan Masyarakat

“Kalian harus dekat dengan rakyat, tetapi sebagai prajurit kemampuan tempur harus tetap dijaga. Latihan menembak dan latihan teknis harus terus dilaksanakan,” pesan Menhan.

Selain kemampuan individu, Sjafrie turut menyoroti pentingnya kekompakan seluruh personel di dalam satuan. Perbedaan suku maupun latar belakang, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun soliditas batalyon.

Setelah menjadi bagian dari TNI, seluruh prajurit harus memiliki identitas dan tujuan pengabdian yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Perhatian juga diberikan kepada pola kepemimpinan di tingkat Bintara dan Perwira. Menhan menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu hadir di tengah anggotanya, memahami persoalan yang dihadapi prajurit, memberikan keteladanan, serta mendampingi personel dalam latihan maupun pelaksanaan tugas.

Di bidang pembinaan personel, Menhan mendorong agar prajurit yang menunjukkan prestasi dan kinerja baik memperoleh ruang untuk berkembang. Menurutnya, prestasi harus menjadi salah satu dasar dalam memberikan kesempatan kepada personel sehingga budaya kerja yang profesional, sehat, dan kompetitif dapat terbentuk sejak awal.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dorong Himbara Perkuat Peran Strategis untuk UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Nasiona

Kunjungan tersebut sekaligus mempertegas bahwa pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pembentukan organisasi dan pembangunan fasilitas. Kekuatan utama satuan tetap berada pada kualitas prajurit, kemampuan tempur, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan membangun hubungan yang positif dengan masyarakat.

Dengan demikian, Yonif TP 842/Badak Sakti diharapkan tidak hanya mampu menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi wilayah penugasannya.

Turut mendampingi Menhan dalam kunjungan tersebut Wakil Panglima TNI, Kabaloghan Kemhan, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, serta Danrem 064/Maulana Yusuf.

(Biro Infohan Setjen Kemhan)

Bagikan Artikel Ini