Presiden Prabowo Dorong Himbara Perkuat Peran Strategis untuk UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Nasiona

3 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara) pada Kamis (18/6/2026) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara menegaskan peran strategis bank-bank Himbara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

Usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.

“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BRI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tutur Rosan.

Baca Juga :  Al Muktabar: Pesilat Harus Menjadi Penjaga Kamtibmas dan Penopang Pariwisata Banten

Melihat besarnya potensi tersebut, Rosan mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar keberadaan Himbara tidak hanya dilihat sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, Presiden menekankan pentingnya pemberian kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.

Baca Juga :  Tinawati Andra Soni Ajak Semua Pihak Bangun Budaya Literasi Sejak Dini

Selain berperan dalam mendukung sektor usaha dan masyarakat, Himbara juga dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung berbagai program pemerintah. Namun demikian, Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh aktivitas perbankan harus tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rosan juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyoroti perkembangan harga minyak dunia yang saat ini mengalami penurunan hingga berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Buka Liga Sabrengna 2026, Tekankan Kebersamaan di Stadion Arcamanik

“Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap upaya membangun perekonomian Indonesia yang mandiri dan mampu bertumpu pada kekuatan sendiri. Dalam mewujudkan hal tersebut, peran sektor perbankan, khususnya Himbara, dinilai sangat penting sebagai pendukung utama pembiayaan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.

“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.

(BPMI SETPRES)

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini