Serang Banten – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mendorong penguatan kemandirian keluarga melalui pemanfaatan sektor pertanian dan peternakan terpadu. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) di Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (24/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati menilai Sitandu memiliki banyak potensi yang dapat diadaptasi masyarakat, khususnya dalam upaya pemberdayaan keluarga. Berbagai kegiatan pertanian dan peternakan dinilai mampu menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi rumah tangga.
“Saya sebagai Ketua TP PKK yang membawahi seluruh daerah di Provinsi Banten melihat banyak hal yang bisa diadaptasi dari kegiatan pertanian dan peternakan di sini, khususnya dalam pemberdayaan keluarga yang menjadi konsen kami,” ujarnya.
Ia mencontohkan, budidaya hortikultura dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah. Selain itu, lahan pekarangan juga dapat digunakan untuk peternakan skala kecil sehingga keluarga menjadi lebih produktif.
“Dengan begitu keluarga bisa lebih berdaya dan kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan baik, dimulai dari hal-hal sederhana,” katanya.
Selama kunjungan, Tinawati meninjau sejumlah fasilitas yang ada di Sitandu, di antaranya laboratorium pengujian pakan yang telah bersertifikasi ISO dan menjadi rujukan berbagai industri peternakan, serta laboratorium kultur jaringan untuk pembenihan tanaman.
Ia juga melihat langsung kawasan pengembangan ternak sapi, domba, ayam, dan bebek petelur yang menjadi bagian dari sistem pertanian terpadu di kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M. Nasir, mengapresiasi kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Banten itu. Menurutnya, Sitandu saat ini tengah dipersiapkan menjadi kawasan agroeduwisata sesuai cita-cita awal pembentukannya.
“Mudah-mudahan nanti bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Nasir menambahkan, Sitandu memiliki potensi besar menjadi kawasan agroeduwisata karena didukung fasilitas lengkap, mulai dari laboratorium, kawasan peternakan, hingga lahan yang luas.
“Tadi kita sudah sama-sama melihat bagaimana besar potensi itu,” katanya.
*Hadi*




