Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan di NTB, Serukan Persatuan dan Perkuat Ketahanan Pangan

4 Menit Baca

LOMBOK, katamedia.co.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di sejumlah daerah di Indonesia yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia menjaga persatuan sekaligus memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan sumber daya alam, namun masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, masih ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju sehingga seluruh elemen bangsa harus tetap bersatu dan waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat merugikan kepentingan nasional.

“Kita sebagai bangsa yang pernah ratusan tahun dijajah, dihina, dianggap lebih rendah dari anjing. Kekayaan kita diperas sampai hari ini. Sampai hari ini kita masih dianggap rendah. Ada kelompok-kelompok tertentu, ada bangsa-bangsa tertentu, ada negara-negara tertentu yang iri sama kita. Yang iri karena kita kaya. Yang memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita, dan kalau bisa Indonesia pecah,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Sidang Tahunan MPR RI 2026, Presiden Prabowo Paparkan Capaian Pemerintah

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk mengabdi sepenuhnya kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Ia menyatakan akan menjalankan amanah yang diberikan rakyat dengan segenap tenaga, pikiran, dan kemampuannya serta tidak akan menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia. Saya dipilih oleh rakyat Indonesia dan saya akan setia kepada rakyat Indonesia. Dengan segala apa yang saya miliki, dengan segala tenaga, dengan segala pikiran, dengan segala energi yang saya miliki. Hanya satu. Saya akan mengabdi kepada bangsa dan rakyat saya. Dan saya tidak akan gentar. Saya tidak akan pernah menyerah,” tegas Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo kembali menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi syarat utama bagi kemajuan suatu negara. Menurutnya, tidak ada bangsa yang dapat berdiri kokoh apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. Ia pun bersyukur Indonesia kini semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga :  Deklarasi Akbar 15 pesantren bersama 20.000 Santri dan Kyai se-Jawa Timur

“Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela. Ada rakyat Indonesia yang lapar, itu penting bagi saya. Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Dan alhamdulillah Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden mengajak seluruh aparatur negara, mulai dari birokrat, TNI, Polri hingga Kejaksaan, untuk terus melakukan introspeksi dan mengingat bahwa mereka adalah pelayan rakyat yang harus mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.

“Masalah bagi bangsa Indonesia, juga masalah bagi kita semua. Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi. Saudara-saudara milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bertolak ke Sumatra, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian Utama

Presiden juga menyoroti berbagai capaian pemerintah yang berhasil diraih dalam waktu singkat meskipun menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, termasuk pelaku korupsi.

Ia memastikan pemberantasan korupsi akan terus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Presiden menegaskan penegakan hukum harus berjalan adil dan diterapkan kepada seluruh warga negara tanpa memandang status maupun kekuasaan.

“Kita laksanakan. Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja,” tegas Presiden.

(BPMI Setpres)

Bagikan Artikel Ini