Terombang-ambing di Perairan Benoa Bali, 4 Penumpang Jukung Dievakuasi Tim SAR

2 Menit Baca

BENOA, BALI, katamedia.co.id – Empat orang yang berada di atas jukung berhasil dievakuasi tim SAR setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di Perairan Benoa, Bali, Senin (14/9/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi setelah jukung yang disewa keempat korban kehabisan bahan bakar minyak (BBM), sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi itu membuat jukung terombang-ambing di tengah laut dan dikhawatirkan semakin terbawa arus menjauh dari wilayah Benoa.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.50 Wita. Laporan disampaikan salah seorang korban bernama Aca yang meminta bantuan karena jukung mereka mengalami mati mesin.

Baca Juga :  Pemprov Banten–DKI Jakarta Bersinergi Atasi Banjir dan Pengelolaan Sampah

Selain Aca, tiga korban lainnya diketahui bernama Zwa (30), Ketut (28), dan Dedek (35).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan RIB 02 Denpasar yang membawa tiga personel menuju lokasi jukung.

Tim SAR berangkat dari Pelabuhan Benoa sekitar pukul 16.10 Wita. Sekitar 25 menit kemudian, petugas berhasil menemukan posisi jukung yang mengalami gangguan mesin tersebut.

Dengan mempertimbangkan ukuran jukung yang relatif kecil serta jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Benoa, tim SAR kemudian melakukan penarikan jukung menuju Dermaga Pasiran Pelabuhan Benoa.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional, KPK dan Erasmus Huis Tanamkan Integritas kepada Pelajar Lewat Film

Proses evakuasi berlangsung lancar. Sekitar pukul 17.30 Wita, seluruh korban beserta jukung berhasil tiba di Dermaga Pasiran Pelabuhan Benoa dalam kondisi selamat dan sehat.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban yang mengalami cedera.

*Ay/hmsdps*

Bagikan Artikel Ini