Hari Anak Nasional, KPK dan Erasmus Huis Tanamkan Integritas kepada Pelajar Lewat Film

4 Menit Baca

JAKARTA, katamedia.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada pelajar melalui pemutaran film dan diskusi interaktif. Sebanyak 150 siswa SMP Negeri 57 Jakarta mengikuti kegiatan yang digelar di Auditorium Erasmus Huis, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KPK memperluas pendidikan antikorupsi dengan pendekatan yang lebih kreatif, partisipatif, dan relevan bagi generasi muda. Melalui media audio-visual, para pelajar diajak memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyaksikan tiga film pendek pilihan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), yakni Loma, Review Klinik Baru ft. Sissy, dan Rahasia Umum. Ketiga film itu mengangkat persoalan integritas yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari kebiasaan bersikap jujur hingga keberanian menolak perilaku yang tidak benar.

Pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan kuis yang melibatkan para pelajar bersama guru pendamping. Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami lebih dalam pesan-pesan antikorupsi yang disampaikan dalam setiap tayangan.

Baca Juga :  Harmoni Tas Ketak Lombok: Sentuhan Tradisi, Inovasi dan Elegansi dalam Kriya Nusantara

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Cahya H. Harefa, menegaskan bahwa budaya jujur harus dibangun sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana di lingkungan sekolah.

“Kami berharap nilai-nilai antikorupsi yang disampaikan melalui film dapat sampai kepada para siswa. Integritas dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak menyontek. Hal itu terlihat sederhana, tetapi sering kali tidak mudah dilakukan. Karena itu, membangun budaya jujur harus dimulai sejak usia dini agar tidak berkembang menjadi perilaku koruptif yang lebih besar di masa depan,” ujar Cahya.

Kepala Sekretariat Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano, menambahkan bahwa pendidikan karakter merupakan investasi penting dalam membangun generasi penerus yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, membangun karakter dan integritas sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan Indonesia. KPK meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan,” kata Guntur.

Baca Juga :  PRISMA Jadi Langkah KPK dan MA Bangun Peradilan Bersih dan Berintegritas

Menurutnya, film menjadi media pembelajaran yang efektif karena mampu menyampaikan pesan antikorupsi secara edukatif dengan pendekatan yang dekat dengan pengalaman dan keseharian anak muda, sehingga nilai-nilai integritas lebih mudah dipahami dan diinternalisasi.

Sementara itu, Wakil Duta Besar (Deputy Head of Mission) Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Adriaan Palm, mengajak para pelajar memaknai film sebagai refleksi kehidupan yang mengajarkan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian dalam menentukan pilihan.

“Setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih. Melalui film, kita dapat melihat bahwa kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian untuk melakukan hal yang benar adalah pilihan yang harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Adriaan.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Kepala SMP Negeri 57 Jakarta, Endro Suwarno. Ia menilai pendekatan pendidikan antikorupsi melalui film lebih mudah diterima karena dekat dengan keseharian para pelajar.

Baca Juga :  Siswa CMBBS Banten Raih Emas Internasional, Ungguli 520 Tim dari 16 Negara

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan bagi para siswa untuk mengikuti kegiatan pemutaran film antikorupsi ini. Ke depan, kami berharap ada kolaborasi lanjutan berupa pelatihan pembuatan film antikorupsi sehingga para siswa dapat turut menjadi agen penyebar nilai-nilai integritas di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Endro.

Kolaborasi KPK melalui ACFFEST dan Erasmus Huis menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi dapat diperkuat melalui sinergi lintas sektor yang memadukan seni, budaya, dan pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, reflektif, dan berdampak bagi generasi muda.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 juga menjadi pengingat bahwa penanaman nilai integritas harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Dengan membangun budaya jujur sejak usia dini, diharapkan lahir generasi yang kritis, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan yang benar, serta menjadi fondasi penting bagi terwujudnya Indonesia yang bebas dari korupsi.

Sumber: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagikan Artikel Ini