Serpong,katamedia.co.id– Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel melalui Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Berbasis Risiko yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Kegiatan tersebut digelar di Swiss-Belhotel Serpong, Ruang Merdeka 1 dan 2, BSD, Rabu (24/12/2025), sebagai bagian dari upaya sistematis Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja perangkat daerah sekaligus menanamkan budaya integritas di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan bahwa peringatan Hakordia tahun ini dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi positif dalam upaya pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan.
“Pada momentum Hakordia ini, sekaligus HUT Kota Tangerang Selatan ke-17, kami memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba edukatif antikorupsi, mulai dari lomba mewarnai, menggambar, jingle, hingga kepala OPD yang memiliki capaian laporan kinerja terbaik,” ujar Pilar saat wawancara doorstep.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dorongan moral agar seluruh perangkat daerah terus memperkuat komitmen integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pilar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan secara konsisten melakukan berbagai langkah preventif untuk memastikan anggaran dikelola secara transparan dan dapat diawasi publik.
“Setiap tahun kami rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada OPD, mulai dari perencanaan, penggunaan anggaran, pelaporan, hingga pertanggungjawaban. Semua harus dilakukan secara tertib dan akuntabel,” jelasnya.
Pilar juga mengungkapkan bahwa Kota Tangerang Selatan berhasil meraih peringkat kedua secara nasional dalam penilaian laporan gratifikasi. Namun, capaian tersebut tidak dijadikan sebagai kebanggaan semata, melainkan pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus menjaga integritas.
“Ini bukan hanya penghargaan bagi pemerintah, tetapi juga pengingat bagi seluruh ASN dan masyarakat bahwa integritas harus dijaga bersama,” katanya.
Ia menekankan bahwa di tengah meningkatnya kesadaran dan kecerdasan masyarakat dalam mengawasi kinerja pemerintah, aparatur dituntut menunjukkan hasil nyata melalui pelayanan publik yang profesional dan bersih.
“Jadikan Hakordia sebagai momentum refleksi. Jika masih ada kekurangan dalam pelayanan, perbaiki. Jika ada niat yang tidak baik, hentikan. Jangan sampai mencederai kepercayaan publik,” tegas Pilar.
Melalui FGD evaluasi kinerja berbasis risiko ini, Inspektorat Kota Tangerang Selatan berharap penguatan sistem pengawasan internal dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. (Hadi)




