Tangsel Antisipasi Banjir, Pilar Tinjau Pembangunan Turap di 3 Titik

4 Menit Baca

TANGSEL, katamedia.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir dan longsor. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah Tangsel, Rabu (2/9/2026).

Tiga lokasi yang ditinjau Pilar yakni kawasan Vila Pamulang, Kecamatan Pamulang, serta Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah di Kecamatan Ciputat. Pembangunan infrastruktur tersebut disesuaikan dengan kondisi dan persoalan yang terdapat di masing-masing lokasi.

Pilar mengatakan, pembangunan turap dan bronjong menjadi salah satu langkah untuk menangani sejumlah persoalan, mulai dari longsor, pergeseran tanah akibat erosi sungai hingga potensi banjir.

“Alhamdulillah hari ini saya mengunjungi tiga titik pembangunan yang ada di wilayah Tangsel. Kita mengecek langsung pembangunan turap dan bronjong yang ada di tiga titik lokasi ini,” ujar Pilar.

Ia menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai perencanaan serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Konsultan pengawas dan penyedia jasa juga diminta menjaga kualitas konstruksi, termasuk mutu beton, campuran agregat dan penggunaan tulangan.

Baca Juga :  Tasyakuran HUT RI di Tangsel, Benyamin Ajak Warga Cegah Perpecahan dan Jaga Persatuan

Pilar menyebut progres pembangunan saat ini berada di kisaran 30 persen. Ia berharap seluruh pekerjaan di tiga lokasi tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026.

“Kalau saya lihat kan ini 30 persen pelaksanaan. Sejauh ini masih sesuai dengan desain yang sudah dilihat, dan insya Allah di akhir tahun ini semua pekerjaan bisa rampung, selesai dengan baik dan sesuai rencana,” kata dia.

Di kawasan Vila Pamulang, penanganan dilakukan melalui pembangunan bronjong menggunakan batu kali. Metode tersebut dipilih karena lokasi berada di aliran Sungai Angke yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kalau di Vila Pamulang, karena itu Sungai Angke, jadi izin dari BBWS, kita diberikan izin, pemasangannya sebatas semi-permanen, dengan bentuk bronjong batu kali, diikat dengan kawat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pascaledakan Pasar Cimanggis, Pilar Saga Sebut Sejumlah Ruko Tak Layak Digunakan

Pembangunan bronjong di Vila Pamulang memiliki panjang 164 meter dengan parapet atau pagar sepanjang 145 meter. Konstruksi tersebut memiliki ketinggian sekitar lima meter.

Sementara itu, di Grand Serpong dilakukan pembangunan turap baru setinggi empat meter dengan panjang 165 meter. Pekerjaan juga mencakup peninggian turap eksisting sepanjang 132 meter serta pembangunan saluran pembuangan sepanjang 429 meter.

Adapun di Bukit Nusa Indah, pembangunan turap dilakukan pada sisi kiri dan kanan dengan total panjang sekitar 204 meter. Proyek tersebut turut mencakup pembangunan parapet sepanjang 90 meter, pedestrian dan jalan inspeksi sepanjang 204 meter, pintu air serta sejumlah bangunan pelengkap lainnya.

Pilar meminta seluruh pekerjaan dipercepat agar tidak terkendala ketika memasuki musim penghujan. Ia juga menekankan pentingnya normalisasi aliran sungai sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Libatkan KPK, Pemkot Tangsel Perkuat Pengendalian Gratifikasi hingga Tingkat Kelurahan

“Evaluasinya ya, saya hanya menitipkan saja, supaya pekerjaan diselesaikan secepatnya, jangan sampai nanti masuk musim penghujan, lalu terkendala sama waktu dan juga ini kan harus dinormalisasi lagi (sungainya),” kata dia.

Selain pembangunan infrastruktur, Pilar turut menyoroti sejumlah bangunan yang berada di sekitar bantaran sungai. Keberadaan bangunan tersebut dinilai berpotensi menghambat proses penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Ia meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan melakukan komunikasi dengan warga untuk mencari solusi terkait penataan bangunan di sekitar bantaran sungai.

“Ini kan kepentingan bersama, dan apalagi bangunan yang tidak bersertifikat harus diserahkan untuk pembangunan bronjong. Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik. Itu catatan saya,” ucapnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini