Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah di Banten

3 Menit Baca

Tangerang, katamedia.co.id – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Provinsi Banten, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi hingga berisiko putus sekolah. Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata sekaligus membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi anak jalanan dan calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dapat diakses secara adil dan merata. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu jalan untuk keluar dari kemiskinan dan keterbelakangan.

Baca Juga :  Pemerasan Mengaku Anggota Polri Diamankan Polsek Karawaci

Ia mengatakan, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan peluang bagi anak-anak yang sebelumnya kesulitan memperoleh pendidikan untuk kembali bersekolah dan membangun masa depan yang lebih baik.

Kehadiran Sekolah Rakyat juga diharapkan dapat membantu menekan angka putus sekolah di Provinsi Banten. Saat ini, terdapat enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Banten yang diharapkan menjadi pijakan dalam membangun generasi muda yang unggul dan memiliki daya saing.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak para calon siswa Sekolah Rakyat untuk menjadikan perjalanan hidup Andra Soni sebagai inspirasi. Ia menilai keberhasilan seseorang tidak terlepas dari kerja keras dan doa, termasuk dalam menghadapi keterbatasan untuk memperoleh pendidikan.

Baca Juga :  PKK Kelurahan Benda Baru Wakili Tangsel di Lomba HKG PKK ke-53 Provinsi Banten

Teddy menyampaikan bahwa pada 2025 telah terdapat 165 Sekolah Rakyat dengan jumlah siswa sekitar 43 ribu anak. Tahun ini pemerintah kembali menambah sekitar 100 Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah daerah turut berperan dalam mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Pengembangan sekolah rintisan juga diarahkan untuk menjangkau wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk Banten.

Menurutnya, setiap Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Program tersebut terutama menyasar anak-anak yang belum bersekolah maupun mereka yang terpaksa berhenti sekolah karena kondisi sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  Harganas ke-33, Andra Soni Ajak Perkuat Peran Keluarga Bangun Generasi Berkualitas

Ia menambahkan, sebagian anak yang sebelumnya menghabiskan waktu untuk mengamen atau bekerja di pasar dan tempat umum kini memperoleh kesempatan untuk kembali belajar di lingkungan sekolah. Melalui Sekolah Rakyat, mereka diharapkan memiliki harapan baru dan kesempatan lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini