Rakernas APDESI Merah Putih di Banten, Andra Soni Dorong Penguatan Ekonomi Desa

4 Menit Baca

SERANG BANTEN, katamedia.co id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus memperkuat pembangunan dan perekonomian desa melalui kolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih di Hotel Aston Serang, Rabu (10/6/2026).

Rakernas yang dihadiri ratusan kepala desa dari berbagai daerah itu dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih, Johan Arifin Muba. Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila dan memilih Provinsi Banten sebagai tuan rumah. Menurutnya, APDESI Merah Putih dan Pemprov Banten memiliki semangat yang sama dalam membangun Indonesia dari desa sebagaimana tercantum dalam salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan desa, Pemprov Banten telah melakukan penataan jalur irigasi guna menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Upaya tersebut, kata Andra Soni, telah menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya produksi pertanian di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Dekopinda Tangsel Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Pilar: Koperasi Harus Adaptif dan Inovatif

Selain itu, Andra Soni menyambut baik berbagai program yang digagas APDESI Merah Putih bersama Pemuda Pancasila, seperti pembangunan kandang ayam di setiap desa dan digitalisasi desa. Ia meyakini program-program tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal.

Menurutnya, Rakernas APDESI Merah Putih harus menjadi momentum untuk melahirkan berbagai rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan kewajiban bersama karena desa adalah wajah dan fondasi utama kemajuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih Johan Arifin Muba mengungkapkan bahwa organisasinya tengah menyiapkan program pengembangan koperasi di setiap kabupaten dengan skema satu desa dua koperasi dan satu kelurahan lima koperasi tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN.

Baca Juga :  Polda Jabar Tetapkan 2 Tersangka Buzzer dalam Kasus Dugaan Penyebaran Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Pengusaha Produk Kecantikan, Masuk Tahap P21

Johan menjelaskan, program satu desa satu kandang ayam yang saat ini telah berjalan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun ekonomi kerakyatan. Program tersebut telah diterapkan di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, dan juga sedang dikembangkan di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang. Bahkan, kandang ayam di Gunungsari direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Johan, APDESI Merah Putih terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mendukung berbagai program pemberdayaan desa. Ia optimistis berbagai program tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.

Dalam Rakernas tersebut, APDESI Merah Putih juga merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah, di antaranya usulan pemberian lahan Hak Guna Usaha (HGU) kepada pemerintah desa melalui BUMDes maupun koperasi desa. Selain itu, program cetak sawah diusulkan agar dapat langsung dikelola pemerintah desa sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Memperingati Hari Anak Nasional, Pandeglang Gelar Festival Gemar Membaca

Ketua APDESI Merah Putih Anwar Sadat menambahkan, di tengah kebijakan realokasi anggaran yang dilakukan pemerintah, desa harus mampu membangun kekuatan ekonomi secara mandiri. Menurutnya, dengan jumlah lebih dari 75 ribu desa yang tersebar di 37 provinsi, desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama perekonomian nasional.

Karena itu, Anwar menegaskan bahwa peran dan kedaulatan desa harus terus diperkuat. Desa tidak hanya menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat, tetapi juga representasi nyata kemajuan bangsa. Dengan desa yang kuat dan mandiri, pembangunan nasional diyakini akan berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini