Pos Gizi Tangsel Diperkuat, Stunting Dicegah Sejak Masa Kehamilan

3 Menit Baca

TANGERANG SELATAN, katamedia.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat program Pos Gizi sebagai bagian dari upaya mencegah stunting sejak tahap awal kehidupan, termasuk sejak masa kehamilan.

Penguatan tersebut ditandai dengan Launching Pos Gizi Tahun 2026 di Kelurahan Jombang, Kamis (24/9/2026). Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, program ini diarahkan untuk menjangkau kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menurut Pilar, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan setelah anak lahir. Intervensi perlu diberikan sejak ibu mengandung hingga anak berusia dua tahun karena periode tersebut merupakan masa penting dalam pertumbuhan anak.

Baca Juga :  Halalbihalal Tangsel, Benyamin Tegaskan PPPK Tak Dikurangi

“Anak-anak stunting itu dimulai dari masa hamil, ibunya hamil sampai dua tahun dia lahir. Itu adalah masa-masa krisis. Kritisnya stunting, seribu hari kehidupan. Nah, itulah sasaran kita untuk kita berikan sebenarnya,” ujar Pilar.

Sasaran Pos Gizi mencakup anak yang mengalami masalah pertumbuhan, ibu hamil, serta ibu menyusui, khususnya mereka yang berasal dari keluarga rentan dan mengalami keterbatasan dalam menyediakan makanan bergizi.

Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui asesmen yang melibatkan kader kesehatan dan tenaga nutrisionis. Proses tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi masing-masing sasaran sehingga intervensi gizi dapat diberikan secara tepat.

Baca Juga :  JARI'98 Gelar Istighosah Akbar di Tangsel, Ribuan Warga Doakan Keselamatan Bangsa

“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis. Nanti menentukan anak-anak mana saja yang kurang berat badannya, ibu hamil yang memang secara kemampuan finansial memiliki keterbatasan dalam memberikan makanan untuk dirinya sendiri,” jelasnya.

Selain sebagai tempat pemberian makanan bergizi, Pos Gizi juga dirancang menjadi ruang edukasi dan komunikasi antara tenaga kesehatan, kader, serta orang tua. Pendekatan tersebut memungkinkan proses pemberian makanan sekaligus pemantauan terhadap pola konsumsi dan perkembangan anak.

Pilar menjelaskan, interaksi secara langsung menjadi salah satu alasan Pos Gizi dipilih sebagai wadah intervensi. Orang tua dapat berdiskusi dengan kader maupun tenaga kesehatan mengenai kebutuhan gizi anak.

Baca Juga :  Danlanal Banten Berganti, Andra Soni Siap Lanjutkan Sinergi untuk Kemajuan Daerah

“Kalau kita bagikan ke rumah-rumah, kita tidak ada dialog antarwarga. Nah, kalau di Pos Gizi itu saling tukar pikiran, berdialog, diskusi. Makanya kita siapkan Pos Gizi itu,” kata Pilar.

Pemkot Tangsel juga menyiapkan penguatan kolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dukungan tersebut diharapkan dapat menambah penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran apabila kebutuhan di lapangan belum sepenuhnya terpenuhi.

“Ke depan bersama-sama dengan SPPG, apabila masih dirasa kurang akan diperkuat untuk memberikan makanan bergizi tambahan buat ibu hamil, ibu menyusui dan juga balita,” katanya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini