PON 2032, KONI Nilai Banten Punya Modal Kuat Jadi Tuan Rumah

3 Menit Baca

Jakarta, katamedia.co.id – Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menilai Provinsi Banten memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 bersama Provinsi Lampung. Penilaian itu didasarkan pada kelengkapan fasilitas arena pertandingan, akomodasi, transportasi, hingga sarana prasarana penunjang yang dinilai sangat memadai.

Hal tersebut disampaikan Marciano seusai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Rakernas tahun ini mengusung tema PON Sebagai Program Strategis Nasional Mewujudkan Sasaran Asta Cita Bidang Olahraga.

“Ya, Banten dan Lampung sudah layak menjadi tuan rumah,” ujar Marciano.

Menurutnya, berdasarkan hasil visitasi tim penjaringan calon tuan rumah PON XXIII, Provinsi Banten memiliki venue olahraga yang cukup banyak bahkan melebihi kebutuhan sejumlah cabang olahraga.

Baca Juga :  Tangsel Jadi Tuan Rumah Kongres Tahunan PSSI Banten 2026

“Misalnya lapangan golf. Kita butuhnya hanya satu, tetapi Banten menawarkan tujuh. Untuk maraton juga tersedia dua lokasi, yakni di PIK 2 dan Tanjung Lesung, padahal kebutuhan hanya satu. Karena itu, kami meyakini seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan dapat terfasilitasi dengan baik,” jelasnya.

Marciano menambahkan, Banten masih memiliki waktu sekitar enam tahun untuk menyempurnakan seluruh fasilitas penunjang. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai karena adanya komitmen kuat dari Pemerintah Provinsi Banten dalam pemerataan pembangunan sarana olahraga.

“Pak Gubernur Andra Soni sudah menargetkan seluruh venue selesai pada 2030. Artinya, kesiapan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII akan kami sampaikan pada Munaslub nanti,” katanya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Al Muktabar: Indikator Makro di Provinsi Banten Berjalan Baik

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan kesiapan Provinsi Banten untuk menjadi tuan rumah PON XXIII bersama Lampung. Menurutnya, Banten didukung berbagai infrastruktur strategis yang akan mempermudah mobilitas atlet, ofisial, dan tamu PON.

“Infrastruktur seperti Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Commuter Line Serpong–Tanah Abang, serta jalur kereta Rangkasbitung–Tanah Abang dan Rangkasbitung–Merak akan mempermudah aksesibilitas seluruh peserta PON,” ujar Andra.

Selain itu, akses transportasi darat juga ditunjang jaringan jalan tol yang luas, mulai dari Tol Jakarta–Merak, Serpong–Cinere, Cengkareng–Batuceper, Sedyatmo, hingga Tol Serang–Panimbang.

Banten juga memiliki stadion berstandar internasional, yakni Banten International Stadium (BIS) yang berada di kawasan Sport Center. Stadion berkapasitas 32 ribu penonton itu direncanakan menjadi klaster utama pelaksanaan PON XXIII dengan konsep sport city yang terintegrasi dengan venue multicabang olahraga.

Baca Juga :  Danwil Pemuda Pancasila Banten, Zaenal Boby, Ungkap Permasalahan Tanah Waris Keluarganya

Pemprov Banten telah menyiapkan 44 arena untuk mendukung pelaksanaan 28 cabang olahraga yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Venue tersebut meliputi arena arung jeram di Sungai Ciberang Lebak, triathlon di Pantai Tanjung Lesung, layar di Pantai Bandulu, hingga sejumlah fasilitas olahraga modern di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kota Cilegon, dan Kota Serang.

Andra juga menyampaikan bahwa pembangunan sejumlah venue baru di kawasan sport center masuk dalam RPJMD Provinsi Banten 2026–2029 dan ditargetkan rampung pada 2030. Beberapa fasilitas yang akan diselesaikan antara lain GOR Akuatik, GOR Basket, GOR Beladiri, Lapangan Hoki, Lapangan Tembak, GOR Bulu Tangkis, arena BMX dan skateboard, serta arena angkat besi.

*Hadi*

DITANDAI:
Bagikan Artikel Ini