BANDUNG, katamedia.co.id – Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa Barat periode 2026–2031 resmi dilantik pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pelantikan berlangsung di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung.
Prosesi pelantikan dihadiri Ketua Umum IPEMI Pusat Hj. Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos., M.Si., Sekjen IPEMI Hj. Ir. Nurwahidah Saleh, serta jajaran Pengurus Pusat IPEMI. Hadir pula Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam, Lusi Lesminingwati, SE., MM, yang mewakili Gubernur Jawa Barat.
Sejumlah tokoh dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Penasehat IPEMI PW Jawa Barat Hj. Samantha Dewi dan Hj. Siti Muntamah, S.A.P, Pembina IPEMI PW Jawa Barat RR. Ina Wiyandini, serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Bapak Taufik.
Selain itu, hadir perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Jafung Pamong Budaya Ahli Madya Yeti Rosmiati, perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, DPD RI Jawa Barat yang diwakili Ibu Herawati, serta DPRD Jawa Barat yang diwakili Dra. Erwin Hestiningsih, MPSP.
Kehadiran juga berasal dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ketua BKOW Jawa Barat, Ketua Kadin Jawa Barat, Ketua Asephi Jawa Barat, Ketua PPUMI (Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia), serta perwakilan Pegadaian, Kesbangpol, Bank BJB, Bank Syariah Indonesia, Baznas, DP3AKB, Bellahasura, dan Kisera Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ingrid Kansil menyampaikan ucapan selamat kepada Ambarwati Sidik beserta seluruh jajaran Pengurus Wilayah IPEMI Jawa Barat periode 2026–2031 yang telah resmi menerima amanah organisasi.
Menurut Ingrid, pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal tanggung jawab kepengurusan baru untuk menghadirkan kerja nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap IPEMI Jawa Barat dapat memperkuat sekaligus memperluas struktur organisasi hingga ke tingkat desa. Menurutnya, keberadaan organisasi hingga tingkat akar rumput penting untuk menjangkau lebih banyak perempuan yang membutuhkan pendampingan, penguatan kapasitas, serta akses dalam mengembangkan usaha.
Penguatan jaringan tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi. IPEMI juga didorong menjadi wadah yang mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, memperkuat daya saing, serta mendorong UMKM agar naik kelas.
“Mari kita jadikan IPEMI sebagai rumah besar bagi para pengusaha muslimah untuk terus bertumbuh, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam membangun perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ingrid.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Ingrid mendorong pengurus IPEMI Jawa Barat periode 2026–2031 memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi perempuan, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor penting untuk memperluas akses permodalan, pendampingan, pengembangan usaha, pemasaran, serta berbagai peluang bagi perempuan pelaku UMKM.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, IPEMI Jawa Barat diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi secara penuh tanggung jawab dan menghasilkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Penguatan organisasi hingga tingkat desa, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperbesar kontribusi IPEMI terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat.
*Hadi*




