Pemprov Banten Siapkan Program Peternakan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

3 Menit Baca

Cikande Serang, katamedia.co.id – Pemerintah Provinsi Banten tengah menyiapkan program pengembangan peternakan berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan melalui usaha produktif. Program tersebut memanfaatkan potensi industri pakan ternak yang berkembang di Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Banten memiliki 14 pabrik pakan ternak unggas dan letak geografis yang strategis karena berdekatan dengan kawasan aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Potensi itu dinilai menjadi modal besar untuk memenuhi kebutuhan daging unggas dan telur bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat mengunjungi PT Japfa Comfeed Unit Cikande di Jalan Raya Rangkasbitung, Cikande, Kabupaten Serang, Senin (29/6/2026).

Baca Juga :  Hari Anak Nasional di LPKA Tangerang, Suasana Haru Iringi Pembacaan Puisi Anak Binaan

“Saya berkunjung ke industri feedmill untuk bagaimana potensi Provinsi Banten termanfaatkan. Industri pakan ternak di Provinsi Banten besar potensinya,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, rencana pengembangan tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Untuk itu, Pemprov Banten sedang menyusun program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“Pemprov Banten memiliki program pemberdayaan masyarakat melalui Bantuan Usaha Ekonomi Produktif,” ungkap Andra Soni.

Menurutnya, bantuan yang diberikan harus mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, keberhasilan program juga membutuhkan komitmen penerima bantuan untuk mengembangkan usahanya.

Andra Soni menilai peternakan ayam petelur dapat dikembangkan oleh rumah tangga maupun Kelompok Usaha Bersama (KUB), sedangkan usaha berskala menengah dapat difokuskan pada peternakan ayam pedaging.

Baca Juga :  Andra Soni Perkuat Sinergi Industri untuk Pengembangan Peternakan

“Dengan potensi yang ada, diharapkan untuk pemenuhan atau penyuplai pangan bergizi bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain dukungan modal, ia menekankan pentingnya pelatihan agar usaha masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemprov Banten juga akan mengoptimalkan peran PT Agribisnis Banten Mandiri serta berkolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam mendistribusikan pakan kepada peternak.

Direktur PT Japfa Comfeed Azrul Arifin menyampaikan bahwa Unit Cikande yang berdiri sejak Juni 2000 terus berkomitmen mendukung perkembangan industri peternakan dengan wilayah pemasaran meliputi Jawa Barat, Jabodetabek, Provinsi Banten, hingga Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Pemprov Banten dan BI Perkuat Kolaborasi, Ekonomi Tumbuh Harus Dirasakan Masyarakat

“Industri berkembang baik kalau mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

Azrul juga mengapresiasi kunjungan Gubernur Banten bersama jajaran ke PT Japfa Comfeed Unit Cikande. Ia menyebut kebutuhan jagung sebagai bahan baku utama masih banyak dipenuhi dari luar Provinsi Banten.

Berdasarkan pengalaman perusahaan dalam menjalankan program bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Azrul menilai pelatihan menjadi faktor penting agar penerima bantuan mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

“Pengalaman dengan Koperasi Merah Putih, bantuan diberikan kepada yang sudah siap sehingga pembinaan lancar,” ucapnya.

Ia menambahkan, penerima bantuan juga perlu dibekali pemahaman mengenai analisis usaha dan diarahkan membentuk kelompok agar proses pembinaan menjadi lebih efektif.

“Sehingga pembinaan lebih mudah,” ucapnya.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini