Pemprov Banten Sediakan Rumah Singgah Gratis bagi Pasien yang Berobat di Jakarta

4 Menit Baca

katamedia.co.id

Pemprov Banten Sediakan Rumah Singgah Gratis bagi Pasien yang Berobat di Jakarta

Pasien asal Banten yang menjalani pengobatan di Jakarta kini tidak perlu lagi bolak-balik perjalanan dari daerah ke ibu kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyediakan Rumah Singgah gratis bagi pasien dan pendamping selama menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Jakarta.

Keberadaan rumah singgah ini menjadi solusi bagi masyarakat Banten yang harus menjalani pengobatan rutin di Jakarta namun terkendala biaya transportasi dan tempat tinggal sementara.

Informasi mengenai Rumah Singgah milik Pemprov Banten tersebut kini semakin diketahui masyarakat. Salah satunya melalui media sosial Gubernur Banten Andra Soni, yang kerap menyampaikan berbagai layanan bagi warga Banten.

Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Haris Sudianto (57), warga Cikande, Kabupaten Serang, yang saat ini mendampingi istrinya menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Baca Juga :  Pilar Sembelih Langsung Hewan Kurban

“Saya tahu rumah singgah ini dari media sosial gubernur. Setelah itu saya hubungi pengelola dan akhirnya bisa tinggal di sini,” ujar Haris di Rumah Singgah Pemprov Banten, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, keberadaan rumah singgah sangat membantu karena istrinya harus menjalani pengobatan rutin berupa radioterapi dan kemoterapi. Sebelum mengetahui fasilitas tersebut, ia harus pulang-pergi dari Cikande ke Jakarta dengan biaya transportasi yang cukup besar.

“Sekali pulang-pergi bisa sampai Rp500 ribu hanya untuk ongkos. Kalau seminggu tiga sampai empat kali, tentu sangat berat,” katanya.

Rumah Singgah Pemprov Banten yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Raya Nomor 51, Tebet, Jakarta Selatan ini memang disediakan secara gratis bagi warga Banten, khususnya pasien yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional maupun rumah sakit lainnya di Jakarta.

Rumah singgah tersebut pertama kali diresmikan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada 3 Maret 2025 sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat Banten yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Jakarta.

Baca Juga :  Pastikan Harga Sembako Stabil Saat Ramadan, Bhabinkamtibmas Candipuro Intensifkan DDS ke UMKM

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten, Ika Sri Erika, mengatakan rumah singgah merupakan bentuk pelayanan Pemprov Banten bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan di Jakarta.

Menurutnya, rumah singgah dapat menampung sekitar 20 pasien atau hingga 40 orang jika termasuk pendamping pasien. Selain menyediakan tempat tinggal sementara, fasilitas yang tersedia juga dirancang untuk menunjang kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan.

Beberapa fasilitas yang tersedia di antaranya tabung oksigen, kursi roda, tempat tidur, serta perlengkapan kebersihan dasar. Pasien juga mendapatkan layanan makan dengan standar gizi yang diperhatikan, seperti daging, sayur, buah, susu, dan makanan ringan. Selain itu, Pemprov Banten juga menyediakan layanan antar-jemput pasien dari rumah singgah menuju rumah sakit dan sebaliknya.

Baca Juga :  ICX Jakarta 2026 Dibuka, Pramono Dorong Ekosistem Kopi Nasional Makin Kuat

“Transportasi kami siapkan dua mobil operasional dan satu ambulans. Ambulans diprioritaskan bagi pasien yang tidak bisa duduk, sementara mobil operasional digunakan untuk mengangkut beberapa pasien sekaligus yang menjalani kontrol di rumah sakit,” jelasnya.

Manfaat rumah singgah juga dirasakan Jabidi (41), pedagang sate keliling asal Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang saat ini menjalani pengobatan sinusitis di RSCM Jakarta. Ia mengaku telah memanfaatkan fasilitas rumah singgah selama enam bulan sejak Oktober 2025.

“Alhamdulillah sangat membantu. Di sini ada tempat tinggal, makan, dan kendaraan untuk antar ke rumah sakit,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Banten berencana meningkatkan fasilitas rumah singgah, di antaranya penambahan ruang cuci pakaian, dapur, serta area jemur, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan di Jakarta,” tutup Ika.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini