Pantau Gunung Anak Krakatau, Andra Soni Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

4 Menit Baca

SERANG, katamedia.co.id – Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. Dalam kesempatan itu, Andra Soni memimpin rapat koordinasi untuk memastikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus terpantau dan langkah mitigasi dilakukan secara terpadu.

“Berdasarkan pemantauan PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan penurunan,” ungkap Andra Soni.

Meski aktivitas gunung mengalami penurunan, pemerintah tetap memperkuat kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak erupsi. Koordinasi antara Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota dan PVMBG terus dilakukan, termasuk memastikan kesiapan jalur evakuasi serta lokasi pengungsian hingga tingkat desa.

Andra Soni mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar dan menjadikan lembaga resmi sebagai rujukan utama terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga :  IKPP Tangerang Berbagi  Ribuan Paket Sembako Tiap Tahunnya

“Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, Pemprov Banten juga menyiapkan dukungan perlindungan bagi masyarakat. Salah satunya melalui distribusi masker yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Banten ke sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.

“Sekarang lima ribu box masker kita distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas,” ungkap Andra Soni.

Ia kembali mengingatkan masyarakat Banten agar tetap tenang dan waspada serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Pemerintah bersama instansi terkait akan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menyesuaikan langkah mitigasi berdasarkan kondisi di lapangan.

“Kita terus pantau. Sama-sama kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jembatan Merah Putih Presisi Bayah Diresmikan, 145 Jembatan Dibangun di Banten

Sementara itu, Kepala PVMBG Rita Susilawati menyampaikan bahwa data dari berbagai instrumen pemantauan menunjukkan adanya penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kendati demikian, kemungkinan terjadinya erupsi masih tetap ada sehingga pengawasan terhadap gunung api tersebut dilakukan selama 24 jam.

Menurut Rita, arah penyebaran abu vulkanik tidak bersifat tetap karena sangat dipengaruhi kondisi angin. Berdasarkan pengamatan pada 6 September 2026, abu vulkanik bergerak ke arah barat, yaitu menuju kawasan Selat Sunda dan Samudra Indonesia.

“Arah abu ini akan sangat tergantung kepada arah angin, jadi bisa berubah-ubah setiap hari,” kata Rita.

PVMBG melakukan pemantauan terhadap arah angin dan pergerakan abu melalui sejumlah stasiun pengamatan. Pemantauan juga diperkuat melalui koordinasi dengan BMKG serta pemanfaatan data dari stasiun pengamatan di Australia.

Langkah tersebut dinilai penting karena perubahan arah dan sebaran abu vulkanik berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan. Rita menjelaskan, kondisi aktivitas gunung api juga tidak selalu dapat diketahui hanya dari apa yang terlihat secara langsung.

Baca Juga :  Gubernur Banten Hadiri Maulid Nabi di Cisauk, Sekaligus Resmikan Masjid Jami Al Ichlas

Perubahan status gunung api ditentukan berdasarkan berbagai parameter pemantauan, termasuk potensi ancaman yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat.

Untuk saat ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat, nelayan, maupun wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas.

“Untuk gunung api, kita tidak bisa memastikan kapan erupsi akan terjadi maupun kapan aktivitasnya akan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” jelas Rita.

Rita menambahkan, PVMBG memiliki sejumlah stasiun pengamatan yang saling mendukung untuk memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau secara berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat pun diminta tetap mengikuti rekomendasi resmi sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.

*Hadi*

Bagikan Artikel Ini