Pangdam IX/Udayana Hadiri Pemakaman Militer Prajurit Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

3 Menit Baca

MAGELANG – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi pemakaman militer Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, prajurit terbaik Kodam IX/Udayana yang gugur saat menjalankan tugas mulia dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Upacara pemakaman digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Magelang, Minggu (5/4/2026).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto hadir langsung dalam prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Kehadiran Pangdam menjadi simbol duka mendalam serta solidaritas keluarga besar Kodam IX/Udayana terhadap prajurit yang gugur dalam tugas negara.

Upacara pemakaman militer dipimpin oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita selaku Inspektur Upacara. Turut hadir sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Darat, di antaranya jajaran Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro, Gubernur Akademi Militer, Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, serta Ketua dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana.

Baca Juga :  Kasdim Kodim 0418 Hadiri Buka Puasa Bersama KADIN Palembang,Perkuat Kebersamaan Ramadan

Prosesi berlangsung dengan penuh penghormatan, mengikuti tata upacara militer yang sarat makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum, yang menggambarkan perjalanan panjang pengabdian dan dedikasinya sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia.

Momen paling sakral terjadi pada pelaksanaan Apel Persada, yang menjadi simbol penghormatan terakhir kepada prajurit yang telah menunaikan tugasnya. Dalam prosesi tersebut ditegaskan bahwa jiwa dan raga almarhum diserahkan kembali kepada Ibu Pertiwi, menandai berakhirnya pengabdian seorang prajurit yang gugur dengan penuh kehormatan.

Baca Juga :  Kemnaker Buka Lagi Program K3 Gratis Batch 2, Kuota 2.100 Peserta

Sebagai penutup, seluruh peserta upacara memberikan penghormatan terakhir, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga atas nama negara, bangsa, dan TNI Angkatan Darat. Prosesi ini menjadi simbol penghargaan atas pengorbanan dan jiwa patriotisme yang telah ditunjukkan almarhum.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan duka cita mendalam.

“Hari ini kita melepas salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi tugas negara dalam misi perdamaian dunia. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Banten: Jabatan Harus Menjadi Sumber Manfaat bagi Masyarakat

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa Apel Persada merupakan bagian penting dalam tradisi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur.

“Prosesi ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol penghargaan institusi terhadap setiap prajurit yang telah mengabdikan hidupnya kepada bangsa dan negara,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Pangdam IX/Udayana merupakan wujud empati dan duka cita mendalam dari seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana.

“Almarhum dikenang sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi, loyal, dan telah memberikan pengorbanan terbaik dalam menjaga kehormatan bangsa melalui misi perdamaian dunia,” tegasnya.

(Pendam IX/Udy)

 

Bagikan Artikel Ini