Kabupaten Tangerang, katamedia.co.id – Ketidakhadiran Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Pancasila ke VIII Kabupaten Tangerang pada Sabtu (20/8/2023) telah menimbulkan perhatian dari berbagai pihak. Beberapa menganggapnya sebagai tanda ketidakpedulian Bupati terhadap organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Tangerang, sementara yang lain melihatnya sebagai ekspresi ketidaksukaan Bupati terhadap Pemuda Pancasila.
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten, H. Johan Arifin Muba, merasa kecewa atas ketidakhadiran Bupati. Ia meragukan kemampuan Bupati sebagai pembina ormas di Kabupaten Tangerang.
“Muscab sudah dua kali diadakan oleh PP, yaitu pada tahun 2019 dan 2023, namun Bupati tak hadir. Ini mengundang pertanyaan. Bupati seharusnya menjadi figur ayah dan Wakil Bupati figur ibu dalam konteks seluruh keormasan di Kabupaten Tangerang. Bupati memiliki tanggung jawab untuk membina dan mendukung semua aktivitas keormasan yang ada di Tangerang. Janganlah ormas hanya diundang untuk meriahkan acara seremonial, tetapi Bupati punya kewajiban untuk membina. Sebagai warga negara, seharusnya dia memperlakukan ormas dengan cara yang sama seperti seorang ayah memperlakukan anaknya. Ini mengherankan karena dia mengaku sebagai kader PP saat ada masalah dan memerlukan bantuan dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN), tetapi tak bisa hadir dalam acara empat tahunan seperti Muscab. Padahal, di tingkat provinsi, Gubernur, Kapolda, dan Danrem saja bisa dan mau hadir,” ujar Johan.
“Kehadiran ini adalah tanda kegagalan Zaki dalam berkomunikasi dengan masyarakatnya. Ini sama seperti kasus Musyawarah Daerah (musda) Kadin tahun lalu, di mana panitia harus memindahkan lokasi ke Serang karena putusnya komunikasi dengan Bupati Zaki. Bahkan jajaran Polres, Dandim, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang juga absen. Apakah ini bentuk pembinaan yang semestinya?” tambah Johan.
“Padahal, bahkan perwakilan dari Kemendagri pun mampu hadir di tengah kesibukannya. Kami menghargai staf ahli Mendagri yang bisa menghadiri acara ini,” lanjut Johan.
Zulkarnain juga merasa kecewa dengan alasan Bupati yang tidak hadir karena ada kegiatan lain. Ia menyebutkan bahwa Muscab Pemuda Pancasila adalah acara penting yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila di Kabupaten Tangerang.
“Kami berharap Bupati dapat hadir untuk memberikan dukungan kepada kami. Namun meskipun tanpa kehadiran Bupati, acara ini tetap berjalan lancar. Selama empat tahun saya memimpin PP Kabupaten Tangerang, tak pernah ada dukungan pembinaan dari Bupati, baik berupa arahan maupun dukungan fisik. Meski begitu, PP Tangerang tetap berjalan dan berkembang seperti sekarang. Setelah 21 September, masa jabatan Zaki sebagai Bupati akan berakhir,” ujar Zulkarnain.
Sementara itu, saat diminta pendapat, Kepala Bidang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Suryadi, mengatakan bahwa Bupati absen karena tengah dalam rapat.
“Maaf, saat ini sedang ada rapat yang baru dimulai, sehingga saya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut,” singkatnya.
Meskipun ketidakhadiran Bupati dalam Muscab Pemuda Pancasila ke VIII Kabupaten Tangerang menjadi sorotan, beberapa masyarakat juga berpendapat bahwa hal ini tak perlu diperbesar.
“Jangan dianggap terlalu besar. Kehadiran atau ketidakhadiran Bupati sebenarnya tidak terlalu penting. Selama ini, semua kegiatan ormas tetap dapat berjalan. Saya ragu dengan kemampuan Zaki dalam membina ormas,” ungkap salah seorang warga.
Meski begitu, Muscab Pemuda Pancasila ke VIII Kabupaten Tangerang tetap berjalan dengan sukses. Acara ini menghasilkan H. Zulkarnain sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang untuk periode 2023-2027. (***)



